Utama

Berita Popular


Penerbit : PT. Surya Alam Sakti
SIUP : 15/16.08/SIUP/PB/IX/2004
Akte Pendirian :
No. 107 Tgl 21 Pebruari 2001
Tanggal Terbit Perdana :
11 Juni 2007

Pimpinan Umum/Penanggung Jawab :
Sabirin HA Syukran Nafis
Pemimpin Perusahaan:
Rahmat
Pendiri :
Sabirin HA Syukran Nafis

Redaksi/TU : Jl.Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telp (0526) 2700825

Pemimpin Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis
Wakil Pimpinan Redaksi :
Rosidi HS
Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis, Hiviannoor, Fahri Ansar Basri, M Jaya Mahliandi,Rosidi HS, Gt. Suriansyah, Sri Mulyani, Fahmi Yahya, Andi Ampa Elung, Nanang Hariadi, Achmad Juhriansyah, Mahliandi, M Jaya, Fauzi Rahman, Pahrul, Budi Irawan, Sigit Permana, Munawir.

Manager Iklan dan Sirkulasi :
Suwarto SE
Manager Keuangan :
Fitrian Noor
Bagian Penagihan :
Suwarto SE
Layouter/Design Grafis :
Rahmat TG
Tim Pracetak dan Cetak :
Abdullah

Perwakilan Banjarmain :
Rosidi HS
Jl. Karya Sabumi II No.2 RT.17 Kompplek Kayu Tangi II Banjarmasin Telp.(0511) 3305331.

Kelompok Kerja :
PERCETAKAN MEDIA PUTERA MANDIRI
Jl. Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak, Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telepon : (0526) 2700825
Isi diluar tanggung jawab percetakan


STOP PERS

Wartawan Metro7 dilengkapi dengan Kartu Pers dan Surat Tugas, serta tercantum didalam BOX REDAKSI.
Apabila ada yang mengaku sebagai wartawan Koran Metro7, MASYARAKAT WAJIB untuk menanyakannya identitasnya. Dan apabila tidak ada termuat didalam BOX REDAKSI maka segera melapor kepada PIHAK BERWAJIB.
Terima kasih.

TTD :Redaksi

Komisi III DPRD Minta Pemda Bertindak Tegas, PT Conch Harus Stop Pasok Batubara, Sejumlah Oknum Dapat Fee Jalur

TANJUNG – Anggota Komisi III DPRD Tabalong H Jurni meminta kepada pemerintah kabupaten Tabalong khususnya Dinas Perhubungan Tabalong dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Tabalong agar menghentikan pengiriman batubara dari Kalimantan Timur dan Tengah yang dipasok ke PT Conch South Kalimantan Cement yang berlokasi di Desa Saradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.
Kepada Metro7, Selasa (18/11) kemarin, pria yang terkenal vokal ini menegaskan agar Dinas Perhubungan Tabalong jangan main mata dengan PT Conch dengan melakukan pembiaran atas aktifitas truk batubara Yang melewati jalan umum.
“Kemarin beberapa hari yang lalu kami sudah menyampaikan kepada pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini dinas perhubungan, dinas pertambangan dan dinas pendapatan agar bersikap tegas dalam menindak PT Conch yang sudah menjadi penadah batubara dari luar daerah. Padahal di kabupaten Tabalong sendiri banyak IUP (Ijin Usaha Pertambangan) batubara yang siap produksi dan menyuplai batubara ke PT Conch,” kata Jurni.
Kalau PT Conch membeli batubara dari daerah luar lanjutnya, sudah pasti pemerintah daerah dan masyarakat dirugikan, masalahnya semua pajak retribusi tidak bisa ditarik karena penguasaha tambang sudah bayar ke pemerintah dimana hasil tambang itu berasal. Sedangkan pemerintah daerah Tabalong hanya kebagian jalan rusak dan masyarakat hanya kebagian debunya saja.
“Kalau kegiatan ini dibiar terus menerus maka yang dirugikan adalah pemerintah daerah, karena jalan-jalan akan rusak akibat dilewati truk-truk batubara yang dapat dipastikan semuanya melebihi berat tonase kapasitas angkutan, dan masyarakat sendiri akan kebagian debu-debunya saja,” tegas pria yang akrab disapa Pembakal Jurni ini.
Meskipun lanjut Jurni pengusaha angkutan batubara itu sudah mendapat ijin dispensasi penggunaan jalan umum dari Gubernur. Pemda Tabalong bisa keberatan dengan dispensasi tersebut.

BATUBARA BINUANG DAN FEE OKNUM
Belum selesai permasalahan dengan batubara asal Kalimantan Timur dan Tengah (Barito Selatan), kini beredar informasi kalau PT Conch menambah jaringan pembelian dengan membeli batubara dari Binuang Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Ttuk-truk diesel bermuatan sekitar 10 ton itu melintas di simpang empat Monumen Tugu Mabuun sekitar dini hari dan sampai ke PT Conch pada pagi hari.
Langkah yang diambil PT Conch ini kemungkinan dikarenakan sempat terhentinya pasokan batubara dari Barito Selatan karena pengusaha angkutan truk batubara menyetop pengangkutan batubara tersebut.
Alasan penyetopan angkutan dari Barito Selatan itu disebabkan tipisnya keuntungan yang diperoleh pengusaha angkutan karena begitu banyaknya fee pungutan liar yang harus mereka setor kebeberapa oknum petugas.
“Banyak fee yang harus dkeluarkan sehingga keuntungan yang diperoleh sangat tipis,” ujar sumber itu.
Menurut sumber tersebut, dari harga angkutan per ton Rp.135.000,- mereka membayar upah angkut truk per ton sekitar seratus-ribuan. Sementara fee jaminan keamanan jalur dari oknum petugas sebesar Rp20 ribu/ton. Dengan sisa Rp15 ribu itu pengusaha angkutan harus membagi lagi dengan petugas lainnya dari mulut tambang sampai ke PT Conch.
“Kelihatanya dengan keuntungan yang sangat tipis itu pengusaha angkutan terpaksa menghentikan angkutan batubara dari Barito Selatan dan ini wajar saja karena mereka juga ingin keuntungan yang besar,” ujarnya.
Banyak kalangan di Tanjung menyayangkan kegiatan backing keamanan jalur yang dilakukan oleh petugas itu sendiri yang disisi lain merugikan daerah dengan kerusakan jalan dan debu yang dirasakan masyarakat. “Akibat dari kegiatan illegal biasanya memang begitu, banyak pungutan liar, setoran dan fee jaminan jalur yang memperkaya segelincir orang saja. Pemerintah daerah sendiri dalam hal ini dinas Perhubungan dan Dispenda jangan diam saja karena dikuatirkan juga dituding mendapat fee dari PT Conch maupun dari pengusaha tambang dan angkutannya,” tandasnya. (Metro7/tim)
08.47 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

42 Wartawan Ikuti Pelatihan dan Ujian PWI

TANJUNG --  Sebanyak 42 wartawan se-Banua Enam telah mengikuti Pelatihan Jurnalistik dan Ujian Anggota Muda Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dilaksanakan oleh PWI Kabupaten Banua Enam bertempat di Aston Tanjung City Hotel, Minggu (16/11) kemarin.
Kegiatan tersebut sebagai salah satu persayaratan yang harus diikuti oleh setiap calon anggota PWI untuk mendapatkan pengakuan dari PWI yang merupakan organisasi wartawan terbesar dan mendapat pengakuan dari pemerintah.
Sekretaris PWI Propinsi Kalimantan selatan Ir Zainal Helmi menjelaskan, sebelum mengikuti tes ujian tersebut, para peserta calon anggota PWI mendapatkan pelatihan jurnalistik. Pelatihn jurnalistik tersebut bertujuan untuk memberikan bekal kepada para wartawan dalam melaksanakan tugas kewartawan.
“Juga akan diberikan pelatihan dengan materi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai rambu-rambu yang harus dilaksanakan oleh pekerja pers,” ujar Helmi dihadapan puluhan calon anggota PWI ketika memberikan sambutan sebelum dilaksanakannya Pelatihan Jurnalistik dan Ujian Anggota Muda PWI
Ketua PWI Kabupaten Tabalong – Balangan Terpilih Sabirin HA Syukran Nafis menekankan akan pentingnya pelatihan jurnalistik bagi setiap calon anggota PWI sebelum mengikuti ujian didalam membekali diri sebagai pekerja pers. Disamping harus menjalankan semua isi dari KEJ, wartawan harusnya juga menguasai cara pembuatan berita yang baik dan benar dengan mengedepankan 5W + 1H.
“Saya meminta kepada semua kawan-kawan peserta calon anggota muda PWI agar menghayati dan mendalami materi-materi yang disampaikan oleh nasa sumber dalam pelatihan ini, dan bisa menerapkannya ketika menjalankan profesi kewartawan dilapangan,” ujar pria berkacamata ini.
Pelatihan Jurnalistik dan Ujian Anggota Muda PWI se-Banua Enam ini dilaksanakan dalam rangkaian Konferensi Kabupaten PWI Kabupaten Banua Enam ke-3, sekaligus memilih ketua dan pengurus PWI Kabupaten Tabalong – Balangan Periode 2014 – 2017.
Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua adalah Pimpinan Redaksi Saraba Kawa Post Group Sabirin HA Syukran Nafis. Dilanjutkan dengan pengisian susunan pengurus dimana untuk Sekretaris Dony Usman (Banjarmasin Post), Wakil Sekretaris Kurnadi (Barito Post), Bendahara Junaidi (Kalimantan Post) dan Kepala Bidang Kerjasama dan Kemitraan Herlina Lismiati (Antara). (Metro7/sari)
08.47 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Berantas Peredaran Gelap Narkoba

PARINGIN - Guna memberantas peredaran gelap narkoba, Polres Balangan gelar ikrar bersama dengan agenda "memberantas peredaran gelap narkoba",untuk mewujudkan kab.balangan bebas narkoba antara polres balangan,pemda balangan,BNNK Balangan,dinas pendidikan,kepala sekolah,pelajar pramuka se kabupaten balangan.
Dalam sambutannya, kapolres Balangan AKBP Rahmat Henderawan mengatakan sampai saat ini kabupaten balangan memiliki 17 kasus masalah narkoba yakni diantaranya jenis daftar G,dan berbagai jenis narkotika  lainnya.
Menurut ulama MUI Kabupaten balangan M.Yusuf mengatakan narkoba merupakan suatu zat yang membahayakan bagi tubuh manusia. Dimana dalam hadistnya zat tersebut diharamkan bagi orang-orang yang beriman yang telah menggunakan  zat yang bisa memabukkan.
Ikrar bersama memberantas peredaran gelap narkoba dilaksanakan diruang aula pertemuan polres balangan yang dihadiri oleh jajaran Pemkab Balangan, meliputi Dinas Pendidikan, BNNK Balangan, kejaksaan, penghubung Dandim 1001 Amuntai, kepala sekolah, dan pelajar.
Dengan dilaksanakannya ikrar bersama dan penandatanganan desepakatinya ikrar tersebut maka Polres berharap kepeda seluruh jajaran yang hadir bisa menepati janji yang telah disepakati bersama dan memberikan bimbingan serta arahan yang positif terhadap keluarganya maupun kepada masyarakat.
Pihak Polres beserta jajaran sudah melakukan pemantauan dititik-titik rawan yang sering dikakukannya peredaran narkoba.Dimana dari hasil pantauan dilapangan banyaknya peredaran narkoba ini datangnya dari tetangga sebelah dan sekarang sudah menjadi catatan yang berdampak buruk bagi kemajuan anak-anak dimasa mendatang.
Selain itu juga kepala BNNK Kabupaten Balangan Abdul Muthalib menambahkan sekarang ini pihak BNN sudah melakukan sosialisasi terhadap pihak perusahaan, sekolah-sekolah, serta dikalangan PNS Pemkab  agar tidak ada lagi yang tidak mengetahui tentang dampak buruk pengunaan narkonika. Dimana dalam soasialisasi tersebut juga dilaksanakan tes urin kepada anak-anak pelajar untuk mengetahui sejauh mana perkembangan narkoba di Balangan. (Metro7/Sri)
08.47 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Sudah Delapan Orang Terjerat Tipiring, Akibat membuang Sampah Sembarangan

TANJUNG – Peringatan bagi oknom yang suka membuang sampah sembarangan apalagi membuangnya ke sungai lewat jembatan yang ada di Bumi Sarabakwa. Sebab Pemkab Tabalong bakal menindak tegas bagi siapa saja yang nekat melanggar Perda No 14 Tahun 2011 tentang sampah. Yakni maksimal hukuman kurungan tiga bulan dan denda Rp 25 juta.
Sejak Jum’at sampai Senin (17/11) ini setidaknya sudah delapan orang yang tertangkap tangan membuang sampah tidak pada tempatnya. Para pelaku bakal ditindak sesuai dengan pelanggaran Perda tentang Pengelolaan Persampahan di Kabupaten Tabalong. Kepala Satpol PP Tabalong H Hadir Imanuddin menegaskan KTP para pelaku sudah diamankan dan segera diperiksa oleh penyidik PPNS dan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring). “Berkas para pelaku pelanggar Perda itu nantinya akan dilimpahkan dan diproses hukum pihak Pengadilan Negeri (PN) Tanjung,” katanya.
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani pun dibuat geram akibat olah oknom – oknom yang membuang sampah bukan pada tempatnya, termasuk disungai. “Kita akan tempatkan petugas untuk mengawasi secara diam-diam dibeberapa titik yang sering dijadikan tempat membuang sampah sembarangan, termasuk dijembatan. Bila ditemukan pelakunya, langsung diproses sesuai dengan pelanggaran Perda sampah,” katanya saat melakukan sidak dibeberapa lokasi yang dijadikan tempat membuang sampah bukan pada tempatnya, Jum’at tadi.
Sebagaimana fakta yang ditemukan dilapangan, dibeberapa jembatan yang ada di Tabalong banyak ditemukan sampah-sampah nyangkut disisi –sisi kolong jembatan akibat olah oknom yang tidak bertanggung jawab membuang sampah ke sungai. Bahkan dilokasi seperti di tebing sungai daerah desa Gambah Tanjung yang bukan semestinya dijadikan tempat pembuangan sampah nampak seperti TPS sampah yang secara medis mengandung penyakit.
Dilihat dari jenis sampah yang dibuang sembarangan tersebut, sebagian besar bukan seperti sampah rumah tangga biasa, melainkan sampah usaha, baik kuliner maupun sampah dari warung –warung. Ditegaskan Anang lagi “saya tidak lagi memberikan imbauan, melainkan peringatan agar jangan lagi membuang sampah bukan pada tempatnya. Siapapun melanggar pasti akan kita tindak,” ucapnya.
Sementara itu Ali warga Kapar Murung Pudak saat diwawancarai mengaku setuju tindakan tegas Pemkab terhadap pembuang sampah sembarangan. ”Kalau menjelang malam, atau tengah malam banyak orang yang membuang sampah disungai lewat jembatan, bahkan ada yang menggunakan gerobak. Biar jera, saya harap Satpol PP bisa menangkap para pembuang sampah kesungai tersebut.” bebernya.
Melihat kondisi masih adanya oknom – oknom yang tidak berpartisipasi berkaitan kebersihan, bupati Anang bersama Instansi terkaitnya mengadakan rapat dan mengintruksikan Satpol PP untuk patroli rutin, juga disertakan turut membawa Penyidik PPNS untuk dilakukan sidang ditempat bagi oknom pelaku yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan. Bupati pun turut mengumumkan bakal memberi hadiah bagi siapapun yang berhasil menangkap tangan dan memiliki bukti lengkap si pembuang sampah sembarangan tempat dan di sungai.
Tindakan tegas dan serius berkaitan dengan aturan main kebersihan daerah itupun diklaim Pemkab setempat bukanlah sekedar mengejar target piala bergengsi Adipura. “Bukan piala Adipura tujuan kita, malainkan untuk membudayakan hidup bersih  kepada masyarakat Tabalong. Sebab dampak membuang sampah apalagi membuangnya kesungai sangat merugikan orang banyak” sebutnya Anang lagi.
Sementara itu, diantara Perda yang terdiri atas 47 pasal ini berbunyi, sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga, toko, warung maupun rumah makan dan sebagainya, harus disortir sebelum dibuang ke TPA/TPS dan dibuang pada pukul 18.00 sampai 06.00 wita.
Begitu pula sampah hasil industri, bengkel dan sampah klinis/medis berasal dari instansi plat merah maupun swasta kesehatan, serta tempat praktik dokter maka harus diolah dan dikemas secara khusus serta wajib dibuang ke tempat pemusnahan. (humas/ami)
08.46 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Paham Isis, Radikal dan Berbahaya

AMUNTAI - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Hulu Sungai Utara  menggelar Sosialisasi paham radikal isis dalam rangka mengantisipsi penyebaran gerakan Islamic State of Iraq and Syria (Isis).
Guna mewaspadai dan membasmi bahaya  yang sudah menyebar di Indonesia, Kamis (20/11) tadi  berlangsung di Aula Man 2 Amuntai diikuti puluhan pelajar   Dengan Narasumber dari pihak Kepolisian Resort HSU, Kejaksaan, dan MUI. 
 Kepala Kantor Kesbangpol  Kabupaten Hulu Sungai Utara,  Drs, Mulyadi mengatakan,''Sosialisasi paham radikal isis dalam rangka mengantisipsi penyebaran gerakan isis, negara kita sekarang di ancam dengan gerakan isis,tujuan ingin menderikan negara islam,dan telah memberikan pahaman agar bergabung dengan mereka,” katanya
“ini tentunya kita perhatikan, Isis berbeda sekali dengan ajaran Islam  Ahli Sunah Wal Jamaah, karena akidah kita mengikuti jejak rasul.selain itu hal penting dan pemahaman tentang sunnah memberikan hal yang positif,dengan akidah dan akhlak kita akan lebih baik,''ungkapnya. (metro7/awir).

08.46 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Maskot Tabalong Bakal Nyala Lagi

TANJUNG - PT.Pertamin. EP Tanjung field pastikan tugu Obor yang menjadi maskot kota Tanjung ini akan kembali Menyala.
"Kalau tidak ada kendala tugu Obor akan dinyalakan bertepatan dengan hari jadi kabupaten Tabalong yang ke 49 tanggal 1 desember tahun 2014 ini,"ujar Assisten Manager Tanjung legal dan Relations PT.Pertamina kepada Media Metro 7 Tanjung.
Saat ini pihaknya sudah menyelesaikan pemasangan jaringan untuk menyalurkan gas dari sumur yang berada di desa Dahur kecamatan Tanta kabupaten Tabalong ke tugu obor yang terletak di kecamatan Murung Pudak.
Ia mengatakan setelah ini pihaknya akan melakukan finishing jaringan pipa tersebut yakni dengan melakukan flushing.
Flushing kata dia adalah mencek kebocoran jaringan pipa yang sudah dipasang dengan menggunakan air bertekanan tinggi dan pembersihan lokasi sekitar pipa.
Apabila didapati ada kebocoran maka pihaknya akan mengganti pipa yang bocor tersebut dengan pipa yang baru.
Namun lanjutnya apabila tidak ada kebocoran maka proses flushing akan dilanjutkan dengan membersihkan lokasi sekitar pemasangan jaringan pipa.
Himawan mengatakan pipa yang sudah diuji kebocorannya selanjutnya akan di tanam ke dalam tanah sekitar 50 sampai dengan 70 cm.
Kalau proses tersebut lanjutnya telah selesai maka pihaknya tinggal menguji menyalurkan gas ke tugu obor tersebut.
Apabila tambahnya gas dipastikan sudah siap, pihaknya tinggal menunggu tanggal 01 desember 2014 atau bertepatan peringatan harjad kabupaten Tabalong yang ke 49 untuk di nyalakan perdana kembali setelah beberapa dipadamkan karena kritisnya pasokan gas yang dimiliki pertamina.
Himawan mengungkapkan pasokan gas kemungkinan akan bertahan lama, karena pihak sudah melakukan investasi yang lumayan pada pemasangan jaringan pipa.
Ia berharap dengan kembali nyala nya maskot kabupaten Tabalong ini, kejayaan bumi sarabakawa ini tetap dan selalu bersinar.
Terpisah salah seorang warga Kelurahan Mabuun kecamatan Murung Pudak, Mukhlis, mengatakan sebagai warga Tabalong dirinya secara pribadi merasa bangga dan senang karena maskot kebanggaan warga Tanjung ini kembali menyala.
"Namun kami selaku warga yang berada di sekitar pemasangan pipa jaringan Gas, meminta kepada pihak agar dapat mengembalikan kondisi tanah yang telah dibongkar Pertamina untuk dapat memendam jalur pipa,"ujarnya.
Karena kalau bekas bongkaran pipa tidak di perbaiki, kasihan warga yang tinggal disekitar pipa. Karena ungkapnya tanah bekas galian pipa tersebut tidak rata atau bergelombang. (Metro7/Jnh)
08.46 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Antrian SPBU Padati Jalan A Yani

PARINGIN - Antrian di SPBU di Balangan kian padat, deretan antrian yang mengular memadati jalur lalu lintas antar provinsi di jalan A Yani. Antrian mobil dan kendaraan roda dua memenuhi halaman SPBU sejak beberapa hari lalu, dan hingga kini antrian semakin bertambah bahkan sejak pukul 8.00 wita sampai 5.00 wita (selama persediaan BBM masih ada).
Antrian panjang tersebut di duga karena adanya keputusan  kenaikan harga BBM yang tidak lagi di subsidi negara serta adanya pengurangan jumlah kuota BBM bersubsidi.
Salah satu pedagang eceran, Sultani  mengatakan, kenaikan harga eceran di Balangan baru beberapa minggu ini terjadi, semula Rp 7500 sekarang Rp 9500 sampai RP 10.000 per liter.
”Kenaikan harga eceran tergantung para pemasok atau para pelangsir yang menjual ke kami, apalagi antrian yang panjang, membuat mereka menaikan harga jual ke pengecer, saat ini kami telah membeli dengan harga Rp 8500 per liter, dan dijual Rp 9500 per liter,” katanya.
Saat ini harga bahan bakar minyak di eceran seharga Rp 9500 per liter untuk premium, dan solar yang cukup jauh tinggi harganya, bahkan solar dibeli dengan harga Rp 7500 per liter, dan di jual Rp 10000 - 11 ribu per liternya.
Antrian di dua SPBU Kabupaten Balangan memadati jalur lalu lintas di jalan A Yani Desa Minduin dan di jalan A Yani di Desa Haur Batu.
Andre salah satu petugas pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum menerangkan, premium hanya bisa bertahan hingga pukul 12.00 Wita, padahal biasanya tersedia hingga malam hari.
”Sejak dibuka pukul 07.30 Wita, antrian mobil sudah mencapai tiga kilometer, sedangkan antrian kendaraan roda dua sudah memenuhi halaman stasiun pengisian bahan bakar umum setiap harinya,” ungkapnya.
Andre mengungkapkan, untuk bahan bakar premium, Balangan hanya dapat jatah 64 tangki pengiriman dalam sebulan, sedangkan bahan bakar solar cuma sekitar 12 kali pengiriman dalam sebulan untuk masing-masing SPBU.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Balangan Musa Abdulah menyoroti fenomena antrian panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tersebut.
Musa mengatakan, belum mengetahui penyebab pasti antrian panjang tersebut, namun ada issue yang mengatakan, kuota premium bersubsidi dibatasi, padahal Balangan cuma memiliki dua stasisun pengisian bahan bakar umum.
”Kita dengar dari petugas stasiun pengisian bahan bakar umum, bahwa kuota yang biasanya mencapai 30 ribu liter per hari, kini hanya sekitar 20 ribu liter perhari, sedangkan solar 10 ribu liter per dua hari” bebernya.
Masyarakat, kata Musa, menghawatirkan gejolak kenaikan bahan bakar minyak yang santer diberitakan sudah mengalami kenaikan pada bulan ini, sehingga, kekhawatiran itu membuat masyarakat tidak ingin melewatkan bahan bakar yang masih bersubsidi.
Kabag Humas Kepolisian Resort Balangan Aipda B Pektrus menerangkan, antrian di stasiun pengisian bahan bakar umum dipenuhi para pelangsir baik roda empat maupun roda dua yang akan membagikan kepada para penjual eceran.
”Kita siapkan personil Kepolisian Resort Balangan guna mengantisipasi antrian yang memadati jalan raya lintas provinsi ini, setidaknya pengamanan jalur lalu lintas, agar tertib dan lancar,” ungkapnya.
Menyikapi antrian yang melakukan pengisian berulang-ulang, Ia menegaskan, akan memerintahkan para personil untuk memberikan teguran dan mengeluarkannya dari antrian tersebut karena sudah melakukan pengisian bahan bakar sebelumnya.
”Jika yang bersangkutan melakukan pengisian berulang-ulang, secara otomatis akan kita suruh keluar dari antrian, untuk memberikan kesempatan bagi kendaraan lain mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum,” ujarnya.
Pektrus menghimbau, agar masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan bakar minyak, baik itu premium maupun solar, karena akan ada sanksi tegas seperti yang sudah pernah terjadi, yaitu penangkapan beserta penyitaan barang bukti berupa kendaraan, bahan bakar, dan alat-alat lainnya yang berhubungan.
Ada anggota dari kesatuan Shabara Kepolisian Resort Balangan yang berjumlah 9 orang setiap harinya, yang dikhususkan untuk pengamanan jalur lalu lintas dan kelancaran antrian kendaraan, ujar Pektrus. (Metro7/Sri)
08.46 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Redaksi Metro7 : 0526 2700825 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878