Utama

Berita Popular


Penerbit : PT. Surya Alam Sakti
SIUP : 15/16.08/SIUP/PB/IX/2004
Akte Pendirian :
No. 107 Tgl 21 Pebruari 2001
Tanggal Terbit Perdana :
11 Juni 2007

Pimpinan Umum/Penanggung Jawab :
Sabirin HA Syukran Nafis
Pemimpin Perusahaan:
Rahmat
Pendiri :
Sabirin HA Syukran Nafis

Redaksi/TU : Jl.Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telp (0526) 2700825

Pemimpin Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis
Wakil Pimpinan Redaksi :
Rosidi HS
Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis, Hiviannoor, Fahri Ansar Basri, M Jaya Mahliandi,Rosidi HS, Gt. Suriansyah, Sri Mulyani, Fahmi Yahya, Andi Ampa Elung, Nanang Hariadi, Achmad Juhriansyah, Mahliandi, M Jaya, Fauzi Rahman, Pahrul, Budi Irawan, Sigit Permana, Munawir.

Manager Iklan dan Sirkulasi :
Suwarto SE
Manager Keuangan :
Fitrian Noor
Bagian Penagihan :
Suwarto SE
Layouter/Design Grafis :
Rahmat TG
Tim Pracetak dan Cetak :
Abdullah

Perwakilan Banjarmain :
Rosidi HS
Jl. Karya Sabumi II No.2 RT.17 Kompplek Kayu Tangi II Banjarmasin Telp.(0511) 3305331.

Kelompok Kerja :
PERCETAKAN MEDIA PUTERA MANDIRI
Jl. Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak, Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telepon : (0526) 2700825
Isi diluar tanggung jawab percetakan


STOP PERS

Wartawan Metro7 dilengkapi dengan Kartu Pers dan Surat Tugas, serta tercantum didalam BOX REDAKSI.
Apabila ada yang mengaku sebagai wartawan Koran Metro7, MASYARAKAT WAJIB untuk menanyakannya identitasnya. Dan apabila tidak ada termuat didalam BOX REDAKSI maka segera melapor kepada PIHAK BERWAJIB.
Terima kasih.

TTD :Redaksi

Satgas Saber Pungli Hadir di Tabalong

TANJUNG – Warning bagi para pemain pungutan liar di Kabupaten Tabalong. Sebab, kini Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) sudah bersiap untuk menyapu bersih tindakan yang merugikan masyarakat ini.
Satgas Saber Pungli yang beranggotakan dari Polres, TNI, Kejaksaan dan Pemkab Tabalong ini bakal dikukuhkan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani pada Senin (16/1) di Pendopo Bersinar dan menghadirkan seluruh stakeholder yang terkait pelayanan kepada masyarakat.
“Senin ini akan kita kukuhkan Satgas Saber Pungli Tabalong,” kata Bupati saat Rakor Satgas Pungli, Kamis tadi di Aula Penghulu Rasyid.
Dengan adanya Satgas Saber Pungli di Tabalong, Bupati Anang memastikan kehadiran Satgas ini bukan untuk mencari korban, tapi yang paling utama adalah untuk pencegahan terjadinya pungli di wilayah Tabalong.
Khusus untuk jajaran Pemkab Tabalong, dikatakan Anang pihaknya sudah melakukan evaluasi dan identifikasi terhadap Instansi pelayanan-pelayanan yang berpotensi terhadap pungli. Termasuk antisipasi semua kantor baik di perkotaan hingga desa diintruksikannya membuat spanduk bebas pungli dengan memasang foto Kepala SKPD atau kantor yang bersangkutan.
“Jadi bila ada di kantor tersebut ditemukan pungli, maka yang terlebih dahulu ditindak adalah pimpinannya,” katanya lagi.
Sementara Kapolres Tabalong, AKBP Hardiono juga memastikan dengan adanya Satgas Saber Pungli ini, maka sapu bersih terhadap kegiatan pungli pastinya dilaksanakan. Namun, sebagai Pelaksana Satgas Saber Pungli Tabalong, dia memastikan Satgas terlebih dahulu mengupayakan tindakan pencegahan sebelum melakukan tindakan.
“Bila memang tindakan pencegahan atau peringatan agar tidak pungli diindahkan, maka pastinya kita akan sikat para pelaku pungli tersebut,” tegas Kapolres.
09.15 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Badan Amil Zakat Nasional Hadir di Tabalong, Punya Andil Besar Sejahterakan Umat

TANJUNG – Publik di Kabupaten Tabalong yang menginginkan zakat, infak dan sedekahnya bisa tersalurkan kepada yang benar-benar berhak menerima atau tepat sasaran kepada mustahik (orang yang berhak sesuai agama Islam), maka salurkanlah ke BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) daerah. Sebab, kini daerah penghujung Kalimantan Selatan ini sudah mengkukuhkan lima pengurus baru.
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani saat melantik kepengurusan baru BAZNAS, berharap pengukuhan ini bisa menjadi awal dari momentum untuk memaksimalkan peran BAZNAS dalam rangka mensejahterakan umat.
Sehingga untuk itu pengurus BAZNAS yang sudah dilantik harus segera melakukan konsolidasi organisasi, karena tidak mungkin dengan hanya berlima, BAZNAS Tabalong bisa berperan maksimal.
Anang juga menyampaikan supaya kantor BAZNAS Tabalong bisa mencari yang berada di pinggir jalan dan dilengkapi dengan baliho atau spanduk yang bisa mengukuhkan keberadaan BAZNAS.
“Ini penting karena potensi zakat dan infaq di Tabalong ini luar biasa, kalau bisa dihimpun tentu BAZNAS bisa berperan lebih besar dalam rangka mensejahterakan umat,” ucapnya.
Selain itu, Anang juga mengatakan, hal yang paling penting adalah bagaimana membangun kepercayaan. Salah satunya bisa dilakukan dengan membuat kantor yang benar-benar profesional untuk melayani umat yang ingin menyampaikan zakat atau infaq.
“Saya yakin kalau dikelola dengan baik, maka baznas akan punya andil besar untuk tingkatkan kesejahteraan umat,” katanya.
Terpisah, Ketua Umum BAZNAS Provinsi Kalsel, HG (P) Rusdi Effendi AR, mengatakan, pelantikan di Tabalong ini merupakan urutan kedelapan dari 13 kabupaten/kota yang sudah sah berdasar SK dan dilantik kepala daerah.
“Ada dua kabupaten yang sudah ada SK hanya belum pelantikan, dan tiga kabupaten yang belum ada SK bupati,” jelasnya..
Rusdi juga mengatakan dirinya percaya BAZNAS Tabalong dapat mencapai target yang diharapkan dengan dukungan bupati dan bagian kesra yang aktif.
“Marilah kita sama-sama menggaungkan visi BAZNAS yakni ampih miskin dengan sentuhan zakat,” katanya.
Pelantikan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Tabalong, periode 2016-2021 dilakukan, Kamis (12/1) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.
Lima unsur pimpinan BAZNAS kabupaten Tabalong dengan Ketua Terpilih, H Mardani ini, secara langsung dilantik Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani.
Dalam acara yang dilakukan di Wisma Tamu Bersinar, dihadiri  Ketua Umum Baznas  Provinsi Kalsel HG (P) Rusdi Effendi AR, Wakil Ketua IV Prof DR Asmadji Darmawi, Direktur Amil Baznas Kalsel, Irfani Hazransyah dan Ilham Maskuri Hamdi selaku narasumber sosialisasi.
Sementara dari Tabalong hadir Ketua MUI Tabalong, Kepala Kantor Kemenag Tabalong, Ketua DPRD Tabalong, Kapolres Tabalong serta pejabat dan undangan lainnya.
Pengurus BAZNAS Tabalong 2016-2021
H Mardani (Ketua)
H Muttaqin
H Thabrani
H Ahmad Zarkasi
H Sabilal Rusdy

09.09 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Tabalong Bershalawat dan Tablig Akbar, Bupati : Do’akan Kami Tetap Amanah

TANJUNG – Momentum kehadiran ribuan masyarakat dikegiatan Tabalong Bershalawat dan Tablig Akbar dalam menyambut HUT ke 51 dan menjalani tahun baru 2017 dimanfaatkan Bupati H Anang Syakhfiani untuk meminta Do’a agar tetap amanah sebagai pemimpin di masyarakat.
Sebagaimana dia bersama Wakil Bupati H Zony Alfianoor sudah menjalani hampir tiga (3) tahun sebagai Pimpinan Daerah, banyak beragam prestasi maupun hasil pembangunan yang dirasakan publik. Namun, secara jujur diakuinya masih banyak pembangunan maupun kebutuhan harapan masyarakat yang belum terpenuhi.
“Maka itu saya mengharap Do’a para jemaah agar kami tetap amanah dijalan allah SWT,” kata bupati Anang dalam kegiatan Tabalong bershalawat dan tablig Akbar di Pendopo Bersinar Selasa Malam.
Menurut Bupati, hasil ikhtiar kerja keras bersama dari seluruh pihak tak terkecuali do’a  dukungan Ulama dan masyarakat di tahun 2016 tadi, dimana hasil pembangunan sudah mulai dirasakan, baik pembangunan pertanian, pelayanan kesehatan, pendidikan, maupun pemerataan insfrastruktrur sudah terlaksana.
Maupun bukti keberhasilan lainnya seperti 2016 tadi mempertahankan IPM dan angka harapan hidup berada diurutan tiga se kalimantan Selatan. Dimana pada 2014 diawal jabatannya, angka IPM berada di 10 besar dari 13 Kabupaten lainnya.
“Insya Allah diujung tahun ketiga atau sisa waktu dua tahun masa jabatan ini, akan kami manfaatkan untuk lebih kerja keras, sehingga upaya untuk memacu percepatan pembangunan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati seraya menuturkan tetap mengharapkan do’a jemaah yang hadir, karena apa yang sudah diraih dan dicapai adalah berkat dukungan masyarakat.
Sementara kegiatan Tabalong Bershalawat dan Tablig Akbar kali ini dipimpin langsung oleh Ulama Kharismatik KH Asmuni atau disapa Guru Danau dan menghadirkan Hbib Nizar Bin Husni Alwy Al Aydrus serta dihadiri pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.
Habib Nizar dan Guru Danau dalam tausyiahnya menegaskan jika suatu daerah ingin mendapat keberkahan dari Allah SWT, maka baik para pemimpin maupun masyarakatnya harus menerapkan keteladanan Rasulullah. Baik menjalankan apa yang dilarang maupun menjunjung tinggi Sunnah Rasul. Terlebih Tabalong diminta untuk menghidupkan Mejelis-majelis Ilmu maupun Majelis Shalawat.
09.08 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Bertanam Hortikultura Menguntungkan , Sudah Banyak Petani yang Sukses

TANJUNG – Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani mengimbau masyarakat khususnya petani tidak hanya menanam padi sepanjang tahun atau cuma terpaku pada tananam karet saja, tetapi juga menanam tanaman hortikultura. Sebab dengan langkah diversifikasi usaha pertanian yang tidak tergantung satu tanaman tapi beberapa tanaman, maka pendapatan petani diharapkan bisa meningkat.
Saat ini beber Bupati, luas produksi tanaman hortikultura yang digarap petani di Tabalong seluas 70 hektar dan boleh dibilang berhasil. Selain pengembangan di wilayah Utara, pihaknya pun bakal melakukan perluasan tanaman holtikultura hingga ke wilayah lainnya di Tabalong.
“Mari kita kembangkan tanaman holtikultura seperti cabe, tomat dan lainnya di daerah kita ini. Sebab prospeknya sangat bagus,biaya cukup murah dan dapat meningkatkan pendapatan para petani,” kata Bupati Anang saat meninjau kebun cabe tiung, cabe besar serta tomat di Desa Catur Karya Kecamatan Haruai.
Untuk mendukung masyarakat atau petani yang berminat berkebun tanaman holtikultura, Bupati mempersilahkan masyarakat untuk melakukan konsultasi tata cara penanamannya ke Dinas terkait. Begitupula direncanakannya bakal membangun pasar khusus yang menjual tanaman holtikultura di Desa Kembang Kuning Haruai.
Begitupula terkait dengan permodalan, Pemkab Tabalong pada 2017 ini menggelontorkan dana sekitar Rp 3 miliar kepada BPR (Bank Perkreditan Rakyat) untuk bisa digunakan pihak petani yang membutuhkan modal usaha pertanian.
“Pastinya kita Pemkab Tabalong akan dukung para petani Tabalong yang berminat bertanam tanaman holtikultura,” imbuhnya.
Sementara salah seorang petani holtikultura yang cukup sukses di Haruai Tabalong, Gatot mengatakan sejak memulai usaha pada 2008 lalu,  dia sudah merasakan banyak keuntungan dalam segi ekonomis. Bahkan dengan luasan lahan sekitar satu hektar dimiliki, dia memiliki karyawan 20 orang dan hasil tanamannya menembus pasar Kalteng dan Kaltim.
“Alhamdulillah tanaman holtikultura ini bisa menguntungkan. Dan bisa menggaji para pekerja Rp 1,5 juta perhari,” katanya meski enggan menjawab ketika ditanya berapa keuntungan yang diperoleh per harinya.
09.08 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Kitabnya Dipropoganda dan Ditakuti Belanda

TANJUNG -Kitab “Ad Durrun Nafis” yang dikarang sang Pujangga Islam, sekaligus Ulama Sufi kelahiran tanah Banjar yang bermakam di Bumi Sarabakawa atau tepatnya di Desa Binturu Kecamatan Kelua, yakni Syekh Muhammad Nafis bin Idris Albanjary memang masih jadi kontroversi dikalangan Ulama Ahlussunnah. karena dianggap sebagai kitab yang padat dan kadang-kadang pelik dan sulit dalam Ilmu Tauhid Ahlussunnah wal jamaah yang teranyam dengan Ilmu Tasawwuf.
Dari data yang didapat, di Kalimantan Selatan khususnya Tabalong, terdapat tiga kelompok bersikap pro dan kontra dalam menerima, mempelajari dan menolak ajaran yang termuat di kitab yang sangat kental nuansa Tasawwuf tersebut.
Pertama, kelompok yang berpendapat setiap orang mukmin boleh mempelajari dan membacanya, karena kitab Ad Durrun Nafis mempunyai kedudukan sama dengan kitab Tasawwuf pada umumnya. Sesuai ajaran Islam, maka jangan dirahasiakan apalagi sampai melarang.
Lalu pendapat kedua, yakni kelompok yang menganggap Kitab Ad Durrun Nafis tidak sejalan dengan dengan ajaran mazhab Ahlussunnah Wal Jamaah, dan tidak boleh diajarkan, karena dianggap banyak mengandung kesalahan, serta dianggap mengandung paham Jabariah, Wahdatul Wujud, Hulul dan Filsafat yang sesat. Selain itu banyak ditemukan Ta’arudh (kontradiksi) dan Khatha (kesalahan) yang tidak dapat dita’wilkan.
Dan kelompok ketiga berpendapat ajaran dikitab tersebut diperbolehkan, namun hanya untuk kalangan orang tertentu saja atau mereka yang memenuhi syarat saja yang boleh mempelajari dan membacanya. Yaitu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pengarang (Syekh Nafis) dalam kitabnya “Bahwa hanya Ulama yang tinggi ilmu pengetahuan agamanya sajalah yang dapat memahami isi dan materi kitab tersebut, maka isi kitab itu tidak boleh diajarkan kepada sembarang orang atau tidak kuat landasan ilmu agama serta keimanan,”.
Nah, terlepas dari kontek tiga pendapat kelompok tersebut, ternyata dalam beberapa kutipan manakib atau biografi Syekh Nafis juga disebutkan bahwa Kitab Ad Durrun Nafis pada jaman penjajahan sempat dipropoganda pengharaman oleh pihak Belanda dengan menggaet beberapa Ulama yang tidak sepaham dengan ajaran kitab tersebut, sehingga diaturlah fatwa Ulama yang melarang membaca kitab tersebut.
Pendapat bijaksana juga turut dilontarkan salah seorang Ulama Kalsel yang termuat dalam kutipan kata sambutan Alm KH Idham Chalid pada buku Permata Yang Indah (Kitab Ad Durrun Nafis yang di Bahasa Indonesiakan) oleh KH Haderanie. KH Idham Chalid menganggap bahwa kitab yang dikarang oleh Syekh Nafis pada tahun 1200 H di Mekkah Almukarramah tersebut, yakni selain memang berharga sebagai tambahan pembendaharaan Ilmu dalam bahasa Indonesia. ” Juga berarti melestarikan karya Pujangga Islam Indonesia yang telah beratus tahun mendahului kita,” kata Alm KH Idham Chalid .

09.07 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Redaksi Metro7 : 0526 2700825 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878