Utama

Berita Popular


Penerbit : PT. Surya Alam Sakti
SIUP : 15/16.08/SIUP/PB/IX/2004
Akte Pendirian :
No. 107 Tgl 21 Pebruari 2001
Tanggal Terbit Perdana :
11 Juni 2007

Pimpinan Umum/Penanggung Jawab :
Sabirin HA Syukran Nafis
Pemimpin Perusahaan:
Rahmat
Pendiri :
Sabirin HA Syukran Nafis

Redaksi/TU : Jl.Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telp (0526) 2700825

Pemimpin Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis
Wakil Pimpinan Redaksi :
Rosidi HS
Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis, Hiviannoor, Fahri Ansar Basri, M Jaya Mahliandi,Rosidi HS, Gt. Suriansyah, Sri Mulyani, Fahmi Yahya, Andi Ampa Elung, Nanang Hariadi, Achmad Juhriansyah, Mahliandi, M Jaya, Fauzi Rahman, Pahrul, Budi Irawan, Sigit Permana, Munawir.

Manager Iklan dan Sirkulasi :
Suwarto SE
Manager Keuangan :
Fitrian Noor
Bagian Penagihan :
Suwarto SE
Layouter/Design Grafis :
Rahmat TG
Tim Pracetak dan Cetak :
Abdullah

Perwakilan Banjarmain :
Rosidi HS
Jl. Karya Sabumi II No.2 RT.17 Kompplek Kayu Tangi II Banjarmasin Telp.(0511) 3305331.

Kelompok Kerja :
PERCETAKAN MEDIA PUTERA MANDIRI
Jl. Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak, Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telepon : (0526) 2700825
Isi diluar tanggung jawab percetakan


STOP PERS

Wartawan Metro7 dilengkapi dengan Kartu Pers dan Surat Tugas, serta tercantum didalam BOX REDAKSI.
Apabila ada yang mengaku sebagai wartawan Koran Metro7, MASYARAKAT WAJIB untuk menanyakannya identitasnya. Dan apabila tidak ada termuat didalam BOX REDAKSI maka segera melapor kepada PIHAK BERWAJIB.
Terima kasih.

TTD :Redaksi

Konferkab III PWI Banua Enam, Sabirin Terpilih Ketua PWI Secara Aklamasi

TANJUNG – Sabirin HA Syukran Nafis berhasil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Kabupaten Tabalong – Balangan dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) III PWI Kabupaten Banua Enam di Aston Tanjung City Hotel, Sabtu, (15/11) kemarin.
Acara tersebut dirangkai dengan Pelatihan Jurnalistik dan Ujian Anggota Muda PWI, dimana Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani membuka secara resmi Konferkab III dengan memukul Gong dan pengalungan tanda peserta kepada dua orang peserta ujian anggota muda PWI, didampingi Sekretaris PWI Cabang Kalsel Ir Zainal Helmi, Ketua DPRD Tabalong H Darwin Awie, Dandim 1008 Tanjung dan Kapolres Tabalong. 
Dalam sambutannya Bupati Tabalong menekankan akan pentingnya tugas dan fungsi pers sebagai kontrol pemerintah. Pers juga sebagai perwujudan demokrasi yang mempunyai andil besar dalam pembangunan sekarang ini.
“Saya sangat mendukung keberadaan pers di daerah ini, dan dalam menjalankan kontrolnya saya sudah intruksikan kepada seluruh jajaran SKPD agar terbuka dan transparan kepada semua wartawan apabila mereka memerlukan informasi,” kata orang nomor satu di kabupaten Tabalong ini.
Sebagai perwujudan perhatian dan dukungannya, bupati Tabalong Anang Syakhfiani pada tahun 2015 ini akan membangunkan sebuah gedung megah berlantai dua dengan nama ‘Balai Wartawan’, yang peletakan batu pertama akan dilakukan pada puncak Hari Pers Nasional Daerah (HPN) Tahun 2015 yang akan dilaksanakan pada bulan Maret atau April 2015 mendatang di Tanjung kabupaten Tabalong.
“Pembangunan gedung Balai Wartawan ini sebagai apresiasi pemerintah Tabalong kepada jajaran pekerja pers di daerah ini, ditambah dengan pembangunan gedung futsal untuk para wartawan. Semua itu bukan berarti sebagai upaya untuk mengekang kebebasan pers, tetapi sebagai wujud dukungan dan kepedulian saya kepada keberadaan pers,” tutur Bupati Anang Syakhfiani.
Sebelumnya Ketua PWI Cabang Kalsel yang diwakili oleh Sekretaris PWI Cabang Kalsel Ir Zainal Helmi mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perhatian Bupati Tabalong pada dunia jurnalistik selama ini.
“Atas nama seluruh jajaran pers di Kalimantan Selatan saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani atas dukungan dan kepeduliannya kepada dunia pers selama ini, dan atas bersedianya menjadi tuan rumah pada HPND 2015 mendatang,” ujarnya.
Pria yang akrab di panggil Helmi ini menekankan kepada seluruh insan pers agar benar-benar menjaga  etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, dan selalu mengedepankan azas praduka tak bersalah dalam menjalankan tugas jusnalistik.
Tidak hanya itu, Helmi juga menjelaskan bahwa Konferkab yang dilaksanakan merupakan agenda rutin PWI Kabupaten Banua Enam dan dirangkai dengan kegiatan pelatihan jusnalistik dan ujian anggota muda PWI.
Pada kesempatan yang lain, Ketua Pelaksana Sabirin HA Syukran Nafis menjelaskan bahwa kegiatan Konferkab III PWI Banua Enam dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 15 dan 16 Nopember 2015 di Aston City Tanjung Hotel.
Kegiatan Konferkab bertujuan untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dilaksanakan, memilih ketua dan pengurus PWI yang baru serta mendengarkan pertanggung jawaban pengurus periode 2011-2014.
Sedangkan Tujuan pelatihan Jurnalistik Untuk Wartawan adalah untuk memberikan pelatihan dasar ilmu jurnalistik, pembekalan rambu-rambu bagi pekerja pers yang terdiri dari Kode Etik Jurnalistik dan pemahamanan akan UU No.40 tahun 1999 tentang pers, sehingga akan terlahir wartawan dan insan pers yang profesional, berdedikasi, dan beretika.
Dan Ujian Anggota Muda PWI adalah untuk meningkatkan kompetensi wartawan di Banua Enam ini agar benar-benar mampu menjadi seorang wartawan yang profesional dan menunjung tinggi kode etik jurnalistik sebagai rambu-rambu dalam menjalankan profesi sebagai pekerja jurnalistik.
Pelatihan Jurnalistik dan Ujian Anggota Muda PWI tersebut diiikuti oleh 42 wartawan di Banua Enam dan dihadiri oleh Kepala Bagian Humas se-Banua Enam, unsur muspida, kepala SKPD dan Dinas/Instansi serta sejumlah undangan. (Metro7/sri/sari)
19.16 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Narkoba 1,1 Miliar Berhasil Disita

Banjarmasin - Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin menangkap sepuluh orang yang diduga merupakan sindikat pengedar narkoba antar lintas Provinsi di Indonesia.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Wahyono, Selasa menyatakan, jajarannya dalam kurun waktu sebulan terakhir berhasil menangkap puluhan budak narkoba, kurir dan pengedar yang sebagian jaringan Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar).
"Barang bukti narkoba berbagai jebis yang terkumpul juga lumayan banyak," ujar perwira menengah polisi yang menyandang tiga melati itu dalam jumpa pers kasus narkoba di Markas Polresta Banjarmasin.
Ia menerangkan, dalam kasus yang menonjol dari narkoba, ada sepuluh pelaku, dua di antaranya perempuan yang ditangkap.
"Dua pelaku dari jaringan Surabaya Jatim, tiga pelaku jaringan Jabar, dan enam pelaku jaringan lokal," paparnya, didampingi Wakapolres Banjarmasin AKBP Wahyu Dwi Arwibowo.
Ia mengungkapkan, barang bukti narkoba yang disita dari tangan para pelaku dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar terdiri 592,49 gram narkoba jenis sabu, 141 butir narkoba jenis extasi, 59,56 gram narkoba jenis ganja, dan 672 butir pil jenis daftar G.
Barang-barang haram itu rencananya diedarkan para pelaku untuk memenuhi pecandu narkoba pada tutup tahun. "Saat ini terus kita kembangkan kasusnya," ucapnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengintensifkan pemberantasan narkoba di "kota seribu sungai" Banjaramsin agar tidak banyak menimbulkan korban terjerumus lembah narkoba khususnya bagi generasi muda di daerah ini.
"Sebab dapat kita bayangkan kalau narkoba yang kita sita ini dapat beredar, bisa menjerumuskan hingga puluhan ribu generasi muda kita kelembah kelam narkoba," ujarnya.
Sementara itu Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin AKP Awilzan menambahkan, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, penyalahgunaan narkoba sudah cukup banyak pihaknya tangani, bahkan tersangkanya hingga mencapai 39 orang.
Dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya didamping Kanit I Sat Narkoba Ipda Imam Wahyu Pramono, terus berupaya menekan peredaran narkoba di daerah ini, dengan menindak pelaku penyalahgunaannya. "Selain itu kita upayakan terus menutup jalan masuknya narkoba dari luar daerah," paparnya.
Terkait penangkapan sepuluh pelaku dalam kasus jaringan narkoba yang menonjol tersebut, Kanit I Sat Narkoba Ipda Imam Wahyu Pramono menjelaskan, pelakunya ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda. "Sebagian jaringan terpisah," ujarnya.
Ia mengungkapkan, penangkapan jaringan narkoba yang barang buktinya jenis sabu sekitar 100 gram atau 1 ons, pengembangan kasusnya dari 27 Oktober hingga 1 November.
"Awalnya kita tangkap satu pelaku di Jalan Veteran, dikembangkan pada 1 November dapat ditangkap lagi tiga pelaku jaringannya, terus rangkayannya hingga penggerebekan satu pelaku lagi di Jalan Banjar Raya," paparnya.
Ia mengakui, para pengedar narkoba saat ini cukup licin ditangkap, hingga memerlukan cara-cara tersendiri agar pihaknya bisa mengungkap jaringan peredaran barang haram yang terselubung rapi tersebut.
"Tentunya dengan semangat ingin memberantas narkoba di daerah ini, kita terus bergerak tanpa lelah dengan bantuan masyarakat pula," pungkasnya.(tim)
19.16 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Tahanan Meninggal Dilapas, Diduga Disiksa Oknum Sipir

TANJUNG - Oknum Sipir Lapas Tanjung melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan meninggal dunianya seorang tahanan atas nama Yanto (21) Selasa (11/11).
Nampak luka lebam di lengan atas sebelah kiri dan ada darah mengering keluar dari telinga kanan, mayat korban terbujur kaku di kamar mayat rumah sakit umum Tanjung.
Sempat dikabarkan sesaknapas dan dibawa ke rumah sakit, tewasnya pelaku pencurian sepeda motor ini akhirnya mulai terkuak bahwa ia meninggal akibat dianiaya dengan benda tumpul.
Petugas rumah sakit menyatakan saat tiba di RSUD yanto sudah meninggal dan belum sempat di beri pertolongan medis.
Kapolres Tanjung AKBP Riko Sunarko mengatakan akan terus melakukan penyelidikan, para saksi Napi dan Sipir Lapas Tanjung termasuk upaya awal mencari rekaman CCTV di tempat kejadian, namun ternyata di TKP tidak ada CCTV
Kepolisian sudah mengantongi keterangan dari para saksi baik dari Sipir yang melakukan pemukulan dan juga para napi yang melihat kejadian.
Kapolres menambahkan sudah menerima laporan secara lisan hasil autopsi sementara, ,namun masih sementara, belum resmi namun sudah di ketahui dari dokter ada pendarahan di otak yang menyebabkan pembengkakan di otak oleh benda tumpul hingga menyebabkan meninggalnya korban.
Setelah selesai otopsi zenajah Yanto dititipkan di rumah sakit dan pada kamis pagi sekitar ,05,00wita di bawa ke rumah duka di desa Emil Baru Rt 2 Rw1 Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanah Bumbu. Dan tiba di rumah duka sekitar 09.00 wita.
Menkumham Kalsel menyampaikan permohonan maaf pada keluarga korban atas kejadian yang menimpa Yanto dan berjanji akan segera mengungkap permasalahn ini dengan mengirim Stap Khusus ke Tabalong untuk melakukan investigasi.
Ayah tiri yanto sempat menerima telp dari Yanto bahwa ia akan bebas dan minta diemput disekitar terminal Mabuun.
Penyebab penganiayaan sejauh ini masih belum diketahui, diduga ada niat korban untuk kabur dari tahanan, hingga para petugas marah, hingga yanto  sempat dimasukan keruangan khusus  dan pada malam harinya rekan satu kamar korban berteriak teriak minta tolong karna korban dianggap perlu pertolongan
Meninggalnya Yanto bukti bahwa dilapas Tabalong masih sangat buruk adanya penganiayaan perjudian bahkan obat obatan masih marak beredar. (metro7/reza)   
19.16 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Tetap Membeli Batubara Dari Luar Daerah, PT Conch Dituduh Sebagai Penadah

TANJUNG – Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Tabalong Drs H Imam Fakhrurazi akan menindak tegas dan melaporkan PT Conch South Kalimantan Cement sebagai penadah apabila masih membeli hasil tambang dari luar kabupaten Tabalong. Pernyataan tersebut disampaikan karena selama ini pabrik semen yang berlokasi di desa Saradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong ini membeli batubara dari Kalimantan Timur dan Tengah.
“Kita sudah surati PT Conch untuk tidak membeli batubara dari daerah luar, karena di kabupaten Tabalong banyak Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Batubara yang siap untuk produksi,” ujar pria yang terkanal garang ini, Selasa (4/11).
Menurut Imam, dengan membeli batubara dari luar Tabalong PT Conch tidak memberikan konstribusi apa-apa untuk daerah, karena pajak galian A dari hasil tambang tersebut dipungut oleh daerah luar. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong akan bertindak tegas dan melaporkan PT Conch, dengan catatan apabila perusahaan pemegang IUP Batubara sudah melakukan aktifitas produksi dan ternyata PT Conch masih membeli batubara dari daerah luar.
“Apabila nanti dari pemegang IUP Batubara sudah produksi dan PT Conch masih membeli batubara dari luar Tabalong maka kita akan bertindak dan melaporkannya sebagai penadah,” tandas Imam.
Menurut data yang Metro7 dapatkan, di kabupaten Tabalong terdapat belasan IUP Batubara. Dari IUP tersebut ada beberapa IUP Batubara yang berada dekat dan aktifitas PT Conch, dan pemegang IUP Batubara tersebut dipastikan siap untuk produksi dan bersedia menyuplay untuk kebutuhan PT Conch secara kontinyu.
Sementara itu banyak kalangan di Tanjung meminta ketegasan dari pemerintah kabupaten Tabalong terhadap PT Conch. Pemda juga memperhatikan dan memberikan dukungan kepada perusahaan pemegang IUP Batubara yang memang mempunyai niat untuk berinvestasi di Tabalong.
Menurut mereka, kalau PT Conch membeli batubara dari luar Tabalong warga hanya kebagian debu dan jalan rusak saja, sementara yang bertanggung jawab kerusakan jalan tidak jelas meskipun gubernur sudah memberikan toleransi penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara tersebut.
“Kalau batubara tersebut berasal dari wilayah kabupaten Tabalong otomatis daerah sangat diuntungkan dengan adanya berbagai pajak dari pertambangan tersebut, berbeda dengan tambang yang memegang PKP2B dimana seluruh pajak disetorkan ke pusat, kemudian daerah mendapat sebagian kecil dari pengembalian pajak tersebut.
Menurut sumber resmi di PT Conch South Kalimantan Cement menjelaskan, pihak perusahaan akan melaksanakan semua ketentuan dari pemerintah kabupaten Tabalong dan mereka memang mempunyai rencana untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan pertambangan pemegang IUP Batubara di Tabalong dalam memenuhi kebutuhan pasokan batubara untuk PLTU maupun untuk keperluan semen. (Metro7/sari)
19.16 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Warga Akhirnya Buka Jembatan Haruai , Setelah Dijamin Bakal Dibayar Pembebasan Lahan

TANJUNG - Akibat tak di bayar, warga Halong Haruai tutup jembatan baru hingga akses jembatan belum bisa di gunakan untuk umum, Selasa (10/11) tadi.
Aksi warga menutup jembatan yang sudah selesai dibangun tersebut akibat belum adanya pembayaran oleh Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Tabalong, bahkan warga mendapat surat dari Tapem yang isinya tidak menyepakati harga terdahulu dangan mengatakan belum ada kesepakatan harga bahkan tapem menyatakan tidak tahu dengan adanya kesepakan terdahulu
Padahal menurut warga jelas - jelas orang dari Tapem dan PU Provinsi dulu yang melakukan negosiasi harga dengan warga.
Sebagian warga memang ada yang menerima uang panjar sebesar Rp 25 juta namun setelah itu sampai hari ini belum ada lagi pembayaran.
Warga mengancam apabila sampai januari 2015 tidak di bayar, warga akan menutup jembatan dan meminta negosiasi ulang dan menaikan harga atas lahan dan rumah yang di bongkar untuk pembangunan jembatan tersebut.
Yang lebih memprihatinkan justru warga yang sudah membongkar rumahnya sampai hari ini belum mendapat bayaran hingga warga emosi sampai menutup jembatan panjang tersebut hingga belum bisa dipergunakan.
“Kami sakit hati di bilang kami menghambat pembangunan, kami tidak menghambat pembangunan, kami memperjuangkn hak kami, sudah berapa bulan rumah kami dibongkar namun belum ada pembayaran, hanya ada panjar,” papar warga.
4 Anggota DPRD Tabalong dari komisi 3 yang langsung datang menemui warga mengatakan akan membantu menyelesaikan masalah ini untuk lahan memang yang membebaskan adalah Tapem namun untuk pembangunan jembatanya dilakukan oleh dinas PU Propinsi.
“Hari ini warga silahkan ada pertemuan dengan pihak tapem sampaikan apa saja yang warga inginkan dan bawa bukti bukti kesepakatan terdahulu,” papar Sumiati saat berbicara dengan warga.metro7/Rz
19.15 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Nekat Simpan Sabu Dimulut

Banjarmasin - Polsek Banjarmasin Tengah berhasil menangkap Ms (36) warga Keramat yang berusaha mengelabui polisi menyimpan paket narkoba jenis sabu di dalam mulutnya.
Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto pada gelar perkara kepada wartawan, belum lama tadi.
"Saat kita tangkap si pelaku menyimpan dua paket sabu di mulutnya, Rabu (5/11) lalu," ujarnya.
Dikatakan dia, paket sabu yang disimpan pelaku di dalam mulutnya seharga Rp800 ribu. "Kita sergap pelaku saat di jalan Aes Nasution," paparnya.
Dari pengakuan pelaku, ujar Didik, dua paket sabu itu akan dikosumsi dengan teman-temannya. "Rencananya mereka mau pesta sabu," tuturnya.
Kepada wartawan,  Ms mengaku membeli barang haram itu tidak untuk dijual, melainkan dipakai bersama dua temannya yang lain.
"Membeli barang ini pun bukan uang saya, tapi uang teman," ujarnya.
Penangkapan budak sabu juga dilakukan Polsekta Banjarmasin Barat, yakni, pelaku berinisial Pj (25) warga Ampera 3.
"Pelaku ditangkap di Jalan Banyiur, Minggu (9/11)," ujar Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Wendi Otnel Simanjuntak.
Saat ditangkap, paparnya, pelaku membawa narkoba jenis sabu seberat 0,200 gram seharga Rp700 ribu. "Dia mengaku cuma membelikan seseorang dengan imbalan Rp50 ribu," pungkasnya. (tim)
19.14 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

14 Ton Disita, 1 SPBU Dipolice Line

Banjarmasin – Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan berhasil menangkap pelaku yang mencoba menyelewengkan 14 ton bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di dua tempat dalam sepekan ini.
Kasubdit IV Tipiter Dit Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Endang Agustina kepada wartawan menyatakan, pihaknya menangkap enam pelaku yang terlibat penyelewengan 14 ton solar bersubsidi di dua tempat kejadian perkara (TKP).
TKP yang pertama, bebernya, ditangkap tiga pelaku di daerah Kabupaten Banjar, Kalsel, Jalan A Yani Km76 dengan barang bukti satu buah truk jenis PS bernomor polisi DA 1251 KD yang dimodifikasi setengah bak belakangnya jadi penampungan BBM.
"Truk modifikasi tersebut menampung sekitar empat ribu liter minyak solar," ujarnya seraya menambahkan, modus para pelaku, dengan cara menyedot minyak di salah satu SPBU yang menjual minyak solar bersubsidi di wilayah Kabupaten Banjar.
Kemudian menjual solar bersubsidi itu ke daerah pertambangan yang merupakan tetangga, yaitu Kabupaten Tapin, Kalsel. "Beli di SPBU Rp7 ribu perliter, dijual pastinya akan lebih tinggi," paparnya.
Ia menyatakan, tiga pelaku yang sudah ditangkap terhadap kasus ini, yakni, pengawas SPBU berinisial MZG, sopir truk berinisial MRA, dan pembelinya berinisial Ibu F. "Ketiganya sudah ditahan dan satu pompa pengisian Solar kami beri Police Line," terangnya.
Selanjutnya TKP kasus penyelewengan BBM kedua, ungkapnya, yakni di daerah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel, dengan tiga pelaku pula, yakni pemgawas SPBU berinisial R, sopir truk berinisial S, dan pembelinya berinisial BG.
Ia menerangkan, modus penyelewengan yang kedua ini berbeda dengan yang pertama, yakni BBM solar yang bersubsidi di bawa truk tangki PT Pertamina berkafasitas 10.000 liter yang seharusnya didistribusikan ke SPBU di Tala, diselewengkan ke tempat lain yang sudah ditunggu pembelinya.
"Padahal truk tangki PT Pertamina itu sudah sempat sampai di SPBU yang dituju, namun tidak dilimpahkan di sana BBM-nya," tuturnya.
Ia menjelaskan, para pelaku menyelewengkan BBM solar bersubsidi tersebut dengan cara menyedotnya ke mobil tangki lain, yakni TKP-nya di perkebunan karet di daerah Tala.
"Sempat disedot BBM-nya ke truk berkafasitas 5.000 liter dan kini juga sudah diamankan," ujarnya.
Menurut dia, para pelaku bisa dituntut pasal berlapis, dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (tim)
19.14 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Redaksi Metro7 : 0526 2700825 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878