Utama

Berita Popular


Penerbit : PT. Surya Alam Sakti
SIUP : 15/16.08/SIUP/PB/IX/2004
Akte Pendirian :
No. 107 Tgl 21 Pebruari 2001
Tanggal Terbit Perdana :
11 Juni 2007

Pimpinan Umum/Penanggung Jawab :
Sabirin HA Syukran Nafis
Pemimpin Perusahaan:
Rahmat
Pendiri :
Sabirin HA Syukran Nafis

Redaksi/TU : Jl.Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telp (0526) 2700825

Pemimpin Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis
Wakil Pimpinan Redaksi :
Rosidi HS
Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis, Hiviannoor, Fahri Ansar Basri, M Jaya Mahliandi,Rosidi HS, Gt. Suriansyah, Sri Mulyani, Fahmi Yahya, Andi Ampa Elung, Nanang Hariadi, Achmad Juhriansyah, Mahliandi, M Jaya, Fauzi Rahman, Pahrul, Budi Irawan, Sigit Permana, Munawir.

Manager Iklan dan Sirkulasi :
Suwarto SE
Manager Keuangan :
Fitrian Noor
Bagian Penagihan :
Suwarto SE
Layouter/Design Grafis :
Rahmat TG
Tim Pracetak dan Cetak :
Abdullah

Perwakilan Banjarmain :
Rosidi HS
Jl. Karya Sabumi II No.2 RT.17 Kompplek Kayu Tangi II Banjarmasin Telp.(0511) 3305331.

Kelompok Kerja :
PERCETAKAN MEDIA PUTERA MANDIRI
Jl. Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak, Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telepon : (0526) 2700825
Isi diluar tanggung jawab percetakan


STOP PERS

Wartawan Metro7 dilengkapi dengan Kartu Pers dan Surat Tugas, serta tercantum didalam BOX REDAKSI.
Apabila ada yang mengaku sebagai wartawan Koran Metro7, MASYARAKAT WAJIB untuk menanyakannya identitasnya. Dan apabila tidak ada termuat didalam BOX REDAKSI maka segera melapor kepada PIHAK BERWAJIB.
Terima kasih.

TTD :Redaksi

Lagi, PT Conch Pasok Batubara dan Bijih Besi Ilegal

  • Ratusan Ton Batu Gunung Tidak Bayar Teribusi Galian C

TANJUNG - Sempat terhenti sekitar dua bulan, kini angkutan batu bara dan bijih besi ilegal dari Kalimantan Timur kembali merayap masuk ke wilayah kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan.
Pemandangan iring-iringan mobil Dum Truk akan terlihat pada malam hari sampai dini hari memasuki  PT Conch South Kalimantan Cement di desa Saradang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.
“Batubara sama bijih besi setiap malam dipasok ke PT Conch pak, dan kami tidak tahu siapa yang memberi ijin menggunakan jalan negara dan apakah mereka sudah bayar retribusi galian A atau tidak,” ujar sejumlah warga disana.
Warga mempertanyakan atas keberanian dari perusahaan semen sekelas PT Conch tanpa malu dan tanpa tahu aturan dengan sengaja  membeli batu bara dan bijih besi  secara ilegal dan menginjak - injak aturan daerah Kalimantan Selatan.
“Kita patut mempertanyakan ketegasan pemerintah daerah, karena yang dirugikan adalah daerah sendiri, mereka tidak bayar retribusi galian A untuk kedua hasil tambang ini,” ujarnya.
Beraninya perusahaan supplier PT Conch ini menyuplay batubara dan bijih besi illegal menjadi pertanyaan masyarakat, siapa oknum dibelakang mereka yang menjamin sehingga berani menjual batubara dan bijih besi illegal tanpa memberikan kontribusi kepada daerah, apalagi jelas-jelas menggunakan jalan negara yang jelas sudah dilarang.
“Entah siapa otak dari perbuatan melanggar hukum ini, yang jelas kami masyarakat menyorot pada aparat yang jelas- jelas melakukan pembiaran mereka melintas dijalan negara,” papar sejumlah warga disana.
Menurut sumber resmi dari PT Conch sendiri, proses pembelian dilakukan pada suplayer yang mengatakan perijinanya sudah lengkap hingga bagian purchasing PT Conch berani membeli batubara dan bijih besi itu.
“Kami membeli batubara dan bijih besi berdasarkan dari pengakuan supplier sudah memenuhi semua perijinan,” ujar sumber itu.
Kepanikan PT.Conch disinyalir dikarenakan target akhir tahun 2014 ini PT Conch harus produksi, hal ini diduga kuat menjadi alasan pihak PT Conch gelabakan hingga mengambil jalan pintas dengan membeli batubara dan bijih besi ilegal dari daerah Kalimantan Timur. Padahal di kabupaten Tabalong terdapat puluhan IUP Batubara yang siap produksi.
    BATU PUTIH/GUNUNG TAK BAYAR RETRIBUSI
Tidak hanya masalah batubara yang menjadi kasus di PT Conch. Ternyata ratusan ton batu putih yang merupakan bahan dasar pembuatan semen juga menjadi kasus yang serius. Menurut data yang Metro7 dapatkan, batu putih atau yang sering disebut batu gunung -- yang diambil dari penambangan di kabupaten Tabalong tidak ada yang membayar retribusi galian C kepada daerah, padahal setiap hari ratusan ton batu putih masuk ke pabrik semen ini.
“Kalau dihitung dalam waktu yang lama berapa ratus juta, bahkan mungkin milyaran rupiah daerah dirugikan, karena kecolongan dari tiga hasil tambang itu,” ujar Syarifudin warga Jaro kepada Metro7, Sabtu (25/10) kemarin.
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani kepada Metro7, Sabtu (25/10) menegaskan, ia akan menyelidiki hal itu dan pemerintah kabupaten Tabalong akan bertindak tegas, apalagi menyangkut kerugian daerah.
“Kita akan selidiki secepatnya,” tegas orang nomor satu di kabupaten Tabalong ini. (Metro7/tim)
14.33 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Puji HST Pertahankan Kelestarian Alam

Barabai - Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali mendapat pujian karena teguh mempertahankan kelestarian alam serta tak pernah menerbitkan apalagi memberikan rekomendasi izin pertambangan batubara. Konsistensi itu sungguh berat, pasalnya, perut bumi HST memiliki deposit emas hitam sangat besar.
Ucapan salut itu langsung disampaikan oleh Tri Bangun Leksana Sony, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Kalimantan yang merupakan lembaga di bawah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia, Kamis (16/10) . Pucuk pimpinan PPE itu juga mengapresiasi eksistensi dan kinerja Pemkab HST tak lelah menjaga kelangsungan lingkungan hidup. Ia bangga dengan Meratus HST yang tetap perawan serta batubara tidak terakomodir dalam dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Panjang HST.
 Kehadiran mantan Asisten Deputi Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan pada Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup ke bumi murakata ternyata atas inisiatif sendiri. Dan, kunjungan pertamanya ke kabupaten Kalimantan sejak mempimpin PPE Kalimantan dua bulan silam.
“HST satu-satunya kabupaten yang tetap memegang teguh kelestarian alam di regional kalimantan walaupun punya potensi besar bahan tambang,” kata Sony.
Selain bertemu muka dengan Bupati HST H Harun Nurasid di ruang kerjanya, Tri Bangun Leksana juga kepincut dengan pengelolaan TPA Telang. Secara terbuka, ia mengakui TPA Telang adalah TPA sanitary landfill terbaik untuk level Kabupaten di Kalimantan Selatan. Makin lengkap ujarnya, dengan penggunaan gas metan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kunjungan dilanjutkan ke sekolah adiwiyata SMPN 1 Barabai sebagai sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Sekolah Adiwiyata Provinsi itu digadang-gadang tahun depan bisa meraih penghargaan adiwiyata nasional. Saat berkeliling,ia menyarankan agar SMP 1 menjadi sekolah dengan area hijau.
Sony sempat mengunjungi Laboratorium Lingkungan BPLH HST yang merupakan laboratorium pilot project kementerian LH bersama 4 laboratorium lingkungan lainnya di Indonesia. Targetnya, akhir tahun 2014 Kementerian Lingkungan Hidup RI menjadikan  Laboratorium itu berstatus terakreditasi yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan publik. (AdvHumHST)
14.33 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Selayang Pandang Gunung Sialing, Diantara Zona Melimpah dan Situs

Oleh : Makhlian, S.Ap, Ma

A.Topografi
Potensi gunung Sialing memang menyimpan sejumlah harapan, panorama indah dengan berbagai kekayaan alam yang tersimpan di perut buminya merupakan harta karun yang melimpah secara topografi kawasan tanah di area Sialing memang berindikasi signifikan. Adanya sedimen dan metamorf batuan yang mengandung biji besi, granit, emas, kapur, semen, batu bara, timah, marmer, kuarsit, kuarsa, diorite dan rijing.
Selain gunung yang menjadi tempat merekatnya batuan tersebut, areal lahan di kawasan gunung juga tumbuh tanaman herbalit termasuk tanaman keras seperti ulin, meranti, bengkirai, anglai, balik angina, balangiran, Palawan, karet, kaminting, pampakin, durian, kapul, tiwadak, langsat, ramania, tarap, pitanak, binjai, hambawang, limpaso, kopi, kelapa dan tandui. Tanaman lunak juga menghiasi ragam perkebunan di sekitar kawasan gunung ini, seperti pisang, dan tanaman sayuran lainnya.
Dari kejauhan memandang gunung Sialing adalah bukit yang tumbuh manunggal arah mana saja kita melihatnya. Meski sebenarnya dari dekat terlihat 3 gunung yang menonjol. Gunung Sialing sendiri, Munjoyo, dan Suwoyo yang ada sungainya namun kering di musim kemarau. Dari 25 buah gunung yang ada di Tabalong hanya gunung Sialing ini yang terpisah dari induknya yakni pegunungan Meratus. Ia tumbuh sendirian menjulang dengan ketinggian 400 meter diatas permukaan laut dan terpisah dari kerabatnya atau induknya Meratus sejauh 30 km.
Di sepanjang 4 km sebelum tiba di lokasi Sialing kita berangsur turun seakan memasuki kawah hingga ke kaki Sialing yang makin menampakan raut wajahnya yang semakin menawan. Baik memasuki lewat sebelah barat atau sebelah timur.
Kehidupan margasatwa di habitat Sialing terkadang masih terlihat berkeliaran seperti bangkui, wawa, beruang, babi, ular, kijang, pelanduk dan burung wallet.
B.Geografi danPerhubungan
Kawasan gunung Sialing sebelah utara berbatasan dengan desa Bijai, Nyali dan Muara Uya. Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Hayup/PT Astra-Haruai. Sebelah Timur dengan desa Uwie Muara Uya dan sebelah barat dengan desa Trantarip kampung kecamatan Bintang Ara, jarak lokasi gunung Sialing ke ibukota Tabalong adalah 41 km atau dari ibukota kecamatan Haruai ke lokasi gunung Sialing hanya sejauh 16 km. Dengan akses jalan ke lokasi cukup lancar beraspal dan 6 km belum beraspal dengan melewati 2 buah desa yakni desa Hayup dan desa Danau.

C. Sejarah Sialing, Historia Perjuangan dan Situs
Sejak zaman Belanda zona area kaya ini adalah wilayah distrik Haruai yang administrasinya digeografisir sepihak oleh Belanda melalui usaha perkebunan karet (cream rubber) yang ada di Hayup. Sebagai perusahaan karet terbesar di Kalimantan waktu itu produksinya dinahkodai seorang Direktur Belanda bernama Van Setraten. Disebabkan banyaknya pemberontakan terhadap Belanda di wilayah Tabalong dibawah pimpinan Hasjim Asnawi atau lebih dikenal di zona gerilya dengan sebutan Kapten Martinus seorang putra kelahiran desa Nawin.
Peristiwa serangan umum terhadap pos-pos Belanda di kota Haruai terjadi pada tgl 1 Januari 1949 dan pembakaran gudang logistic sembako di Hayup dan Mahe juga dimotori oleh Kapten Martinus, Usman Dundrung, Ali Kurdi, Sahri, Aspul, Baderi, H.Anang Acil, Hami, Utuh Juhri, Sahdan, Ramli, Arsyad,Tamberin, Jabik, Amidan, Arif, Darham dan Zuairin sang penurun/pengganti bendera Belanda yang berkibar di pos pengawasan Belanda di Haruai.
Lokasi gunung Sialing inilah pada siang hari dijadikan pasukan gerilya untuk mengamankan diri dari DPO/wanted tentara Belanda. Mereka tidak menduga bahwa gunung Sialing ini menjadi tempat persembunyian pasukan gerilya. Pada zaman Belanda di area gunung ini, entah apa rahasianya sehingga tidak terlihat oleh pasukan Belanda sebagai tempat persembunyian. Oleh karena tidak terlihat inilah kemudian gunung itu mereka sebut “Sealing Mountain” dalam bahasa Inggris atau Belanda, atau gunung penyekat/lakery dalam bahasa Indonesia. Namun bagi orang-orang pribumi yang pada waktu itu menjadi pembantu dan bekerjasama dengan pihak Belanda dan berusaha mencari tahu tentang rahasia persembunyian tentara gerilya, maka mereka akan mengalami nasib sial, sehingga tersesat berhari-hari berkeliling di area gunung tersebut. Sial dengan berkeliling berhari-hari itulah orang-orang kita menyebutnya “Sialing” karena kualat bermaksud mengkhianati bangsa sendiri, bangsa
 Indonesia. Dalam masa serangan umum terhadap pos dan markas Belanda selama 3 hari itulah Tuan Van Setraten dan kawan-kawannya mengamankan diri lari ke Amuntai, sebab di kota Tanjung juga terjadi serangan besar-besaran terhadap pos-pos Belanda di pasar Tanjung (sekarang ex kantor KPU dan Rumah Bersalin Uma Iyah).
Serangan tersebut juga oleh pasukan Martinus, H.As’at, H.Idar, H.Majedi Effendi, Ahmad Saleh, Andin Asnawi Noor, Saman Rahuk, Ibak Makmur dibantu oleh pasukan dari Kelua dan Banua lawas yang bergabung menyerbu kota Tanjung. Hal tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 3, dan hari Jum’at tanggal 7 Januari 1949. Untuk mengenang peristiwa tersebut telah dibangun monument sejarah yang kini berdiri tepat di Simpang Empat Tepian Tanjung jalan Pahlawan Tanjung Kota dimana di lokasi tersebut menjadi saksi banyaknya para pejuang gerilya kita mati sahid di lokasi itu karena berondongan senjata membabi bita kea rah persembunyian pejuang gerilya yang bersiap akan menyerang tentara Belanda pada malam hari dan sebelum serangan maut itu dilancarkan mereka sementara bersembunyi di padang Rumbia lebat saat itu.
Serangan tiba-tiba pihak Belanda itu, konon karena adanya bocoran informasi yang diperoleh pihak pengkhianat yang bekerja dengan pihak Belanda. Pak Djamhari dari Hayup selaku petugas PMI dari Rumah Sakit Tanjung, robek pantatnya karena tebasan parang pejuang gerilya ketika beliau mengevakuasi korban-korban tembakan Belanda di zona serangan di padang Rumbia lebat itu, pak Djamhari terkena sabetan parang pejuang yang belum mati meski akhirnya pejuang tersebut benar-benar mati sebagai syuhada karena luka dan lebih dari 24 jam terendam air di padang rumbia. Peristiwa tersebut adalah bagian dari peristiwa Divisi IV ALRI Kalimantan yang terjadi di kota Tanjung tahun 1949.
Karena adanya pemberontakan gerombolan atau dicap sebagai ektrimis di beberapa wilayah di Indonesia dan dunia usaha yang dikelola Belanda (cream rubber) dalam kondisi penuh gejolak, akhirnya perusahaan tersebut pada tahun 1956 oleh Belanda dijual dengan PT Firma Setuju Banjarmasin Asuhan Haji Iman. Kemudian H.Iman bangkrut dijual dengan PT Swarga salah seorang tokoh terkaya di Haruai.
Entah apa sebabnya perkebunan karet terluas di Kalimantan milik warga yang memiliki luas 700 ribu Ha dengan hasil 2 ton setengah per hari tersebut akhirnya dijual dengan PT Astra Argo Lestari. Sekarang tanaman karet seluas itu oleh PT Astra Argo Lestari Tbk telah berganti jenis dengan tanaman sawit?
Penulis : pada kawasan gunung Sialing ini sudah 4 kali melakukan ekspedisi pendakian ke puncak Sialing bersama tim Dinsosbudpar, kepala dan aparat desa Nawin. Pada beberapa goa yang terdapat di area/mulut gua Munjoyo dengan tinggi kurang lebih 15 meter dari dasar tanah, diduga bahwa dengan ditemukannya sebuah body perahu atau jukung yang sudah pecah/belah ditambah adanya kerangka tulang belulang dan body kuburan bersama batuan di dalam gua besar dan layak dihuni oleh manusia parasejarah masa Mesolitik sampai Neolitik.
 Indikasi ini positif menjadi wilayah situs arkeologis yang perlu penelitian lebih mendalam. Kabupaten Tabalong dalam hal kehidupan manusia prasejarah sudah pernah dilakukan penelitian melalui arkeologi Banjarmasin, Bapak DR.Harry Widiyanto, dan kawan-kawan, hasilnya positif bahwa 5.000 tahun lalu terdapat kehidupan manusia prasejarah berciri ras Australomelanesid pada area situs gunung Gua Batu Babi dan Gua Tengkorak di wilayah Tempirak dan Lano. (Narasumber adalah dosen pada STIA Tabalong. Naskah ini telah dibacakan sebagai naskah selayang pandang pada acara kunjungan kerja Bupati Tabalong yang sekaligus membuka Taman Wisata Gunung Sialing pada hari Sabtu, 18 Oktober 2014). **
14.33 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Dua ABG Pemakai Sabu-Sabu Diamankan

TAMIANG LAYANG-  Belum lama ini, jajaran polsek Patangkep Tutui telah berhasil mengamankan dua orang pemakai Narkotika jenis sabu-sabu, mereka adalah Risky pihawiany (16) tahun dan Agung (17) tahun,  mereka ditangkap di halaman rumah betang Pasar Panas Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur pada hari rabu (15/10/2014) pukul 06:30 wib.
Kapolsek Patangkep Tutui. Iptu Renny Arafah ketika ditemui Metro7 belum lama tadi, membenarkan pihaknya telah mengamankan dua orang pemakai , jenis sabu-sabu beserta barang bukti lainya antara lain dua paket serbuk kristal jenis sabu-sabu, serta Hp dan peralatan penunjang lainnya yang digunakan untuk memakai barang harap tersebut.
 “Dia juga menambahkan, kedua orang tersebut saat ini, sudah kita serahkan ke Polres Bartim ke bagian Sat Res Narkoba guna proses penyelidikan yang lebih lanjut, memang mereka saat kita tangkap hanya sekedar pemakai tapi tidak menutup kemungkinan  masih ada tersangka lainnya, karena tidak mungkin ada pemakai kalu tidak ada pengedar,”jelas Renny.
Rini juga menambahkan, karena mereka berdua hanya sekedar pemakai maka mereka kita kenakan dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara dendan Rp. 800 juta.
Wanita yang berparas cantik ini juga berharap, kepada masyarakat jika ada menemukan penyalah gunaan obat-obatan terlarang maupun jenis narkotika yang terlarang agar segera melaporkan ke pihak yang berwajib. "Dan kepada orang tua agar peran serta nya terhadap anak mereka agar selalu melakukan pengawasan, karena kalu tidak ada peran serta orang tua dan kerjasama yang baik dengan masyarakat maka kami sebagai aparat penegak hukum tidak bisa berbuat banyak," harap Renny Arafah. (Ali/Rul/Metro7)
14.32 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Mobil Sales Terbalik di Halong

PARINGIN -  Kecelakaan tunggal sering terjadi diberbagai tempat , kini  di Kecamatan Halong Desa Binjai Punggal sebuah mobil  APV yang membawa 8 orang penumpang dan 1 sopir telah terbalik dan mengejutkan warga setempat.
Mobil berjenis APV dengan nomor polisi B 1818 SRE ini membawa para sales promotion alat elektronik dari PT. Hakasima menuju Kecamatan Halong.
Sebanyak 7 orang laki-laki dan dua orang perempuan yang merupakan penumpang di mobil tersebut jadi korban kecelakaan tunggal karena mobil terguling hingga 50 meter dari jalan raya dan masuk ke perkebunan karet warga.
Menurut saksi mata, mobil APV tersebut melaju kencang dari Kecamatan Juai menuju Kecamatan Halong. Tak berapa lama mobil tersebut mengalami pecah ban depan sebelah kanan, sehingga mobil lepas kendali dan langsung terguling.
Warga langsung bedatangan untuk menyelamatkan para penumpang mobil tersebut. Beberapa mengalami luka ringan, dan dirawat di puskesmas Kecamatan Juai, dan yang lumayan parah langsung dilarikan ke RSUD Balangan untuk dirawat intensif.
Hingga berita diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, 9 korban kini berada di RSUD Balangan, dan kerugian mencapai puluhan juta.
Beberapa yang terluka parah dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (metro7/sri)
14.32 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Amankan Penjual Obat Daftar G

PARINGIN – Saat ini kabupaten Balangan sangat rawan dengan adanya obat-obatan terlarang baik dari jenis obat daftar G,sabu,dan jenis narkotika lainnya.
Misdi Arbain merupakan tersangka yang telah melakukan transaksi jual beli obat daftar G di lokasi desa Gunung Pandau kelurahan Paringin Timur Kecamatan Paringin Balangan pada Selasa (21/10) sekitar pukul 12.30 wita belum lama tadi.
Menurut keterangan Humas Polres Balangan Aipda Piktrus B mengatakan, pada saat transaksi salah satu anggota set narkoba Balangan melakukan penyamaran dilokasi tersebut dan ikut melakukan transaksi jual beli obat daftar G jenis zenith pharmaceuticals dengan tersangka Misdi Arbain di desa Gunung Pandau.
Setelah transaksi selesai set narkoba Polres Balangan yang telah melakukan penyamaran tersebut langsung membawa tersangka beserta barang buktinya ke Polres Balangan guna penyidikan lebih lanjut.
Dikatakannya tersangka melanggar pasal tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian atau alat kesehatan tanpa ijin edar sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 198 atau 197 UU No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.
Adapun barang bukti yang telah diamankan set narkoba dari pelaku yakni 700 butir obat jenis dextrometrophan,33 butir obat jenis Trihexiphenidyl,16 butir obat jenis carnophen merk zenith pharmaceuticals,20 botol besar alkohol 70 %,17 botol kecil alkohol 70 %. (metro7/sri)
14.32 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Harga Karet Mentah Anjlok , Bupati Anang Ajak Petani Tanam Sawit , Perkebunan Alternatif Pengganti Karet

Tanjung -- Seperti diketahui bersama harga karet dunia dalam beberapa waktu terakhir anjlok cukup signifikan. Harga karet dunia saat ini turun jadi US$ 1,6/kg atau Rp 16.000/kg. Sementara harga di tingkat petani hanya Rp 6.000-7.000/kg.
Salah satu penyebab anjloknya harga karet dunia adalah berubahnya struktur perubahan karet dunia. Kebijakan karet yang awalnya hanya diintervensi oleh 3 negara yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia di dalam International Tripartit Rubber Corporation (ITRC), kini Vietnam juga sudah mulai campur tangan. Alasannya, Vietnam kini menjadi salah satu produsen karet terbesar ketiga di dunia menggeser Malaysia.
Dan tidak hanya Vietnam, negara lain seperti Laos, Kamboja, India, dan Tiongkok juga melakukan hal yang sama karena diklim telah memproduksi karet dengan jumlah cukup besar.
Menyikapi keluhan dari para petani karet di kabupaten Tabalong, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani berusaha maksimal untuk mencoba mencari jalan agar harga karet di tingkat petani bisa naik dalam batas kewajaran. Tetapi karena permasalahan harga merupakan masalah Internasional maka dirinya berupa untuk mencarikan tanaman alternatif pengganti karet kedepan.
“Kita harus mencari alternatif yang positif untuk warga masyarakat petani di Tabalong khususnya petani karet untuk bersama-sama beralih ke perkebunan Kelapa Sawit. Alternaitf ini sangat cerah karena harga Kelapa Sawit sampai hari ini tidak ada penurunan dan mempunyai prospek masa depan yang cerah,” ujar Anang.
Orang nomor satu di Kabupaten Tabalong ini menyarankan bagi para petani yang ingin membuka lahan baru supaya mengalihkannya ke perkebunan Sawit saja. PT Astra Argo Lestari yang merupakan perusahaan perkebunan Kelapa Sawit terbesar di Kabupaten Tabalong sudah bersedia untuk melakukan kerjasama dengan warga masayarakt yang ingin menanam Sawit.
“PT Astra sudah welcome bagi warga masyarakat Tabalong dimana saja untuk bertanam pohon Kelapa Sawit. Perusahaan Astra akan memberikan bibit dan pupuk kemudian apabila petani sudah panen mereka wajib untuk menjualnya kepada perusahaan dengan harga standart yang cukup menggiurkan,” tutur bupati Anang.
Sejak harga karet turun drastis, Anang mengungkapkan rasa keprihatinannya kepada para petani karet di kabupaten Tabalong. Bagaimanapun juga walaupun harga karet terjadi secara nasional, tetapi sebagai kepala daerah dirinya mempunyai tanggung jawab moral untuk mencarikan jalan keluar yang tepat agar kesejahteraan para petani khususnya petani karet bisa lebih baik lagi.
Sementara itu, untuk menyiasati anjloknya harga karet mentah di tingkat petani, Bupati Tabalong meminta para petani untuk mengolah karet sadapannya secara maksimal agar harga karet mentah mereka bisa naik hingga angka Rp.9.000,-/kg.
“Salah satu pengusaha karet di Tanjung pak Andi, dia mampu menjual karetnya dengan harga Rp.9 ribu per kilogram, tetapi tentu saja dengan pengolahan dan kualitas karet yang lebih baik, sehingga harga bisa lebih tinggi dipasaran,” tutur pria murah senyum ini.
Untuk itu warga masyarakat para petani disarankan untuk meniru sistim pengolahan karet dari pengusaha tersebut, dengan harapan harga karet yang petani jual bisa lebih tinggi lagi. Dan bagi petani yang berkeinginan untuk membuka kebun karet supaya menahan diri dan mencoba untuk mengalihkannya ke perkebunan Kelapa sawit yang prospeknya lebih baik dimasa mendatang. (Metro7/sari)
14.32 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Redaksi Metro7 : 0526 2700825 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878