Ajang Prostitusi

Semakin maraknya kegiatan prostitusi di Kabupaten Tabalong tepatnya di sekitar kawasan Taman Kota Tanjung. Hal ini membuat resah warga. Hal ini banyak ditemukannya pasangan yang melakukan perbuatan tidak senonoh, benda-benda yang sering di pakai orang untuk berbuat mesum.
Pihak yang berwenang sepertinya tutup mata akan hal ini, sudah sejauh inikah kemaksiatan yang terjadi di Kabupaten Tabalong.

Achmad Juhriansyah @
umai kampung kelahiran malah sekarang kaya ini,,,,astaga.....



Herny Aprillia
segitu rusakx kh remaja tjg skrng...



Lidya Firdaus
Atuh diterangin taman kota, mun gelap ky tu pasti sudah jadi kamar gratisan.... Kalo pihak berwenang harus memperketat pengawasan, jgn klo tengah malem ikutan tidur jg.... Hedddeeehhh


Algifari Tanjung
Klu aku jadi badan pencegah masiat akan kujaga apalagi dikawasan mesjid



Erwan Susandi ’iwan Whyank’ :
Itu adalah dampak Social.
Bukan menghalalkan tapi seperti itu di koordinir secara baik. Pengawasan berkala pun akan lebih mudah. Sebenarnya tahun 1990-an pernah terjadi seperti itu, PSK tinggal diperkampungan saat Tepian Timur dilarang.



Mbah Sastro Khentir
mabu’un gimana jar hahahahahahahahahahahahahhhhha,bang erwan ulun kangen banget ma pyan bang hahahahahahahahahahahahhahhha soal brita ulun nocomenlah hahahahahahahha masalah bang,ulun dah bukak lmbar baru dan tutup abadi kenangan di kalsel


Abdul Muiz
itu menandakan bahwa program pemerintah mewujudkan masyarakat Tabalong yang berbasis agamis belum terwujud,,, semoga ada perhatian khusus sebagai tindak lanjut...


Anand Aditya El-hudry
Di hutiL larang,, jadi ada kadap saikit geN jadi,, slh buhan hutil larang mnyiwakn kamar



Loki Santoso
berbasis agamis daerah mana basisnya bung.....! kalau keadaannya seperti itu,sepertinya agama manapun tidak ada yg menyetujui adanya perbuatan maksiat.ini sebenarnya tugas kita semua,masyarakat dan paman-rintah.namun pihak berwenanglah yg seharusnya ” melek ” yg sudah jelas job nya dan di bayar dengan anggaran.



Abdul Gafar *
Keadaan seperti itu sangat wajar terjadi di dlm sistem Demokrasi-Kapitalisme,
karena prinsip demokrasi adlah menjamin kebebasan tiap individu dgn sebebas-bebasnya, serta menghalalkan segala cara. kebebasan inilah yang meyebabkan generasi ini makin rusak.
Kerusakan moral tersebut terjadi karena Sistem yang bobrok serta penguasa yang korup dan tidak amanah.
Oleh sebab itu tiada pilihan lain lagi terkecuali menerapkan syariah Islam dalam bingkai daulah Khilafah.
InsyaAllah Kesejahteraan bisa diraih, baik oleh Muslim maupun Non-Muslim akan merasakan keamanan, keberkahan, dan kesejahteraan yg luar biasa.
Sejarah telah membuktikan. Tsumma takunu khilafatan ’ala minhajinubuwah. Wallahu a’lam bissawab.


Bernard Donnie
aneh kalo taman kota tanjung jadi ajang mesum, padahal itu dekat dengan kantor satpol pp bukan? lalu apa fungsi nya kalo aparat dan pemerintah daerah mengatasi hal ini saja tidak mampu!


Abi Hasyim Maulana
Memprihatinkan dan menyedihkan kalau benar berita di atas. Seingatku waktu di tanjung dulu sekitar tahun 90 puluhan tidak ditemukan keadaan seperti di atas.. apalagi taman kota itu berdekatan dengan masjid yg besar yang merupakan juga pusat kegiatan keagamaan kota tanjung...Kalau memang demikian mohonlah kepada aparat terkait yg berwenang agar dilakukan penertiban.


Kikan Ninot
Sdh segitu rusak nya kah moral mereka,smpi” di tempat terbuka pun berani berbuat tdk senonoh


Freman Insyaf
di mana dapat informasi.???
talalu jua mun manyambat kaya itu.mungkin ada ja pang,cuma separah itu kah ?
soal nya kalau q lihat taman tanjung,sekarang terang bgt.


Mila Sari
coba kdd lakian hidung belang,mungkn kdd yg nama na protitusi...


Josh Ematic Jr.
Taman kota tak terawat
aspal seperti Lap.Murjani Banjarbaru, Di sebelahnya di bikin warung jajanan.


Freman Insyaf
mila @,dasar ky itu . mun lalakian hidung belang.bbinian nya jua,yg babalang.sma ai lalakian buaya tu,kmana buaya msuk,mun kd binian ma adaakan lobang nya.ha..haaa


Sang Surya Pun Bersinar
waduc!! gawat itu,mana intelijennya? kok gak ada tindakannya
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar dengan santun dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
Berita Metro7 juga dishere atau dibagikan melalui Facebook, Tweeter dan email. Terima kasih.
(Redaksi)


Redaksi Metro7 : 0526 2700825 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878