Utama

Berita Popular


Penerbit : CV. Grafika Indomedia
SIUP : 15/16.08/SIUP/PB/IX/2004
Akte Pendirian :
No. 107 Tgl 21 Pebruari 2001
Tanggal Terbit Perdana :
11 Juni 2007

Pimpinan Umum :
Sabirin HA Syukran Nafis
Pemimpin Perusahaan:
Rahmat
Pendiri :
Sabirin HA Syukran Nafis

Redaksi/TU : Jl.Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telp (0526) 2700825

Pemimpin Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis
Wakil Pimpinan Redaksi :
Rosidi HS
Redaksi :
Sabirin HA Syukran Nafis, Hiviannoor, Ahmad Husaini, Fahri Ansar Basri, M Jaya Mahliandi, Mawardi, Luthfi, Rosidi HS, Gt. Suriansyah, Sri Mulyani, Fahmi Yahya, Jufriadi, Maenunis Amin, Syafruddin Siddik, H. Djaswadi Atjo, Andi Ampa Elung, Nanang Hariadi.

Manager Iklan dan Sirkulasi :
Suwarto SE
Manager Keuangan :
Fitrian Noor
Bagian Penagihan :
Suwarto SE
Layouter/Design Grafis :
Rahmat TG
Tim Pracetak dan Cetak :
Abdullah

Perwakilan Banjarmain :
Rosidi HS
Jl. Karya Sabumi II No.2 RT.17 Kompplek Kayu Tangi II Banjarmasin Telp.(0511) 3305331.

Kelompok Kerja :
PERCETAKAN MEDIA PUTERA MANDIRI
Jl. Simpang Tiga Tangki Hijau No.21 Murung Pudak, Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan 71571 Telepon : (0526) 2700825
Isi diluar tanggung jawab percetakan


STOP PERS

Wartawan Metro7 dilengkapi dengan Kartu Pers dan Surat Tugas, serta tercantum didalam BOX REDAKSI.
Apabila ada yang mengaku sebagai wartawan Koran Metro7, MASYARAKAT WAJIB untuk menanyakannya identitasnya. Dan apabila tidak ada termuat didalam BOX REDAKSI maka segera melapor kepada PIHAK BERWAJIB.
Terima kasih.

TTD :Redaksi

Ribut, Kepala Desa Plesiran Gunakan Dana ADD, Tidur di Villa dan Rekreasi ke Ancol

WISATA – Kepala desa bersama keluarga berfoto di Monumen Lubang Buaya Jakarta dalam rangkaian studi banding
TAMIANG LAYANG – Di saat masyarakat mengharapkan hasil nyata pembangunan desa, justru puluhan kepala desa plesiran ke Bogor, Jawa Barat. Keberangkatan para kepala desa itu disinyalir hanya jalan-jalan dan berekreasi di Kota Jakarta. Parahnya, “plesiran” di Kota Hujan itu menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) yang semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat desa.
Tak tanggung-tanggung, kepala desa yang berangkat dengan dalih berstudi banding di kawasan Tugu Utara, Bogor, sebanyak 75 orang yang berasal dari Kecamatan Pematang Karau, Dusun Tengah, Raren Batuah, Paku, Karusen Janang, Paju Epat, Dusun Timur, Awang, dan Kecamatan Patangkep Tutui. Bahkan ada yang membawa anggota keluarga. Para pimpinan desa ini dikoordinir oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Bartim.
Bahkan selama di Kota Bogor dari 9-13 September, kepala desa ini tidur nyenyak di tempat yang nyaman berlokasi di kawasan wisata terkenal yakni Villa Tjokro Cisarua Puncak, Bogor.
Menurut sumber Metro7 menyebutkan, para kepala desa diwajibkan untuk menyetorkan dana yang diduga bersumber dari ADD masing-masing berjumlah Rp5.650.000 kepada BPMD. 
“Karena tujuan dari stady banding itu tidak jelas, maka banyak kepala desa yang tidak ikut berangkat, karena takut akan menjadi masalah dilain waktu, kan berangkatnya menggunakan dana ADD jadi tidak sesuai dengan peruntukannya,” ujar sumber itu.
Salah satunya, Kepala Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Rahmadi, yang sempat ditawari BPMD untuk ikut berangkat, tetapi menolak karena ketidakjelasan tujuan keberangkatan.
“Kala itu saya  ditawari Pak Yakub dari BPMD untuk ikut berangkat berstudi banding, tapi diharuskan membayar biaya keberangkatan sebesar lima juta lebih. Saya pikir, kalau sumber dana keberangkatan menggunakan ADD apalagi nantinya mengeluarkan hingga 10 jutaan, lebih baik saya gunakan untuk yang bermanfaat dan dirasakan masyarakat, dan semua tahu kalau dana ADD itu memang untuk masyarakat. Terkecuali dengan dana sendiri tak masalah, tapi saya tak memiliki uang sebanyak itu untuk keberangkatan studi banding,” kata Rahmadi kepada Metro7 di kediamannya, Kamis (13/9).
Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan tujuan dan hasil dari stady banding plesiran yang menggunakan dana ADD itu. Mereka beranggapan seharusnya uang itu untuk kepentingan pembangunan desa bukan untuk kepentingan pribadi kepala desa.
“Sebagai warga masyarakat saya tidak setuju dengan keberangkatan itu, karena bagaimanapun juga itu menggunakan dana ADD yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan warga masyarakat desa,” ujar sejumlah warga kepada Metro7.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Kupang Bersih, Darmawi, yang ikut dalam rombongan ke Bogor, tak membantah jika kepala desa yang berangkat menggunakan dana ADD. Tapi bagi dirinya sendiri, berangkat atas bantuan Bupati Bartim.
Dibeberkan Darmawi, para kepala desa sudah membuat anggaran keberangkatan itu dalam ADD 2012 yang besarannya Rp10 juta. Sedangkan Darmawi belum sempat mengusulkan anggaran ke ADD itu karena ia baru menerima pemberitahuan adanya rencana studi banding pada pertengahan tahun.
Iapun berinisiatif membuat proposal dan mengajukannya ke bupati. Semula proposal itu akan dibantu setengah saja, tapi ditolak oleh Darmawi, dan akhirnya bantuan diberikan sebesar anggaran yang ditetapkan oleh BPMD.
Dari keberangkatan hingga berada di Kota Bogor, BPMD menyediakan fasilitas penginapan di Villa Tjokro Cisarua Puncak dan makanan. Bahkan peserta studi banding “plesiran” ke Taman Wisata Ancol, Lubang Buaya, dan lain-lainnya di Kota Jakarta.
Namun demikian, Darmawi mengatakan, banyak ilmu yang didapat selama empat hari berstudi banding, terutama untuk dikembangkan di desa yang terpencil. Salah satunya adalah cara mengelola air bersih oleh masing-masing desa seperti yang dilakukan oleh PAM Jaya, pabrik air bersih milik Pemprov DKI.
Selain itu, peserta studi banding juga mendapatkan ilmu dan cara pelayanan masyarakat di pedesaan. Apalagi di Barito Timur masih ada kepala desa yang memberikan pelayanan di rumah, bukan di kantor desa.
Darmawi berharap, ilmu yang didapat dari keberangkatan kepala desa berstudi banding ini diterapkan di desa masing-masing sehingga akan tercapai pelayanan masyarakat yang baik dan ujung-ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metro7/M Jaya
11.10 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Puluhan Warga Sambangi DPRD Balangan, Tim Relokasi Desa Wonorejo Tuntut Hak

PARINGIN -- Tim Relokasi Desa Wonorejo Kecamatan Juai Kabupaten Balangan yang tergusur oleh perluasan wilayah produksi tambang PT.Adaro Indonesia, kembali mengadukan nasib ke DPRD Balangan, Senin (24/9) lalu.
Kedatangan 20 warga tergusur dikantor wakil rakyat itu, di terima oleh wakil ketua DPRD Balangan M.Yusuf A yang didampingi Ketua Komisi III dan anggota lainnya .
“Sampai kapanpun kami akan terus memperjuangkan nasib kami untuk mendapatkan relokasi yang pernah dijanjikan Bapak Bupati,“ kata ketua tim relokasi Desa Wonorejo yang meliputi dusun 8, 9 dan 10 Kecamatan Juai,Hendri saat mengeluhkan dihadapan para wakil rakyat itu.
Mewakili warga tergusur, Hendri menegaskan pihaknya tidak mencari siapa yang salah dalam nasib seribu lebih jiwa warga yang telah 20 tahun lebih berdiam di pemukiman transmigran.
Namun pihaknya menyayangkan, mengapa ketika Kabupaten Balangan terbentuk, nasib para warga pendatang justru malah berubah menyakitkan dimana kebijakan pemerintah lebih berpihak kepada pengusaha tambang.
“Adaro juga menerapkan pembelian tanah milik warga tidak sesuai dengan petunjuk harga yang ditentukan SK Bupati Balangan, bahkan tidak sedikit warga yang tidak merasa menjualnya tetapi anehnya tanah miliknya malah telah terjual ke perusahaan,” keluhnya.
Kepala Urusan Pemerintahan Desa Wonorejo Wahyudi juga menimpali bahwa nasib para transmigran yang tergusur itu makin ironis jika dikaitkan dengan lahan,baik lahan garapan maupun lahan pemukiman lainnya.
“Setiap Kepala Keluarga (KK) para transmigran mendapat lahan seluas 3 hektar dan itu sudah masuk dalam program paket kredit,” terangnya sedikit kesal.
Menanggapi keluhan warganya, para anggota wakil rakyat itu menjadwalkan akan memanggil Tim Relokasi dari unsur pemerintah guna  dimintai keterangan.
“Sebelum kita melakukan pertemuan yang melibatkan 3 unsur yaitu PT.Adaro Indonesia, pemerintah dan warga, kami akan meminta keterangan terlebih dahulu kepada pihak pemerintah. setelah itu kita panggil Adaro, baru kemudian kita gelar pertemuan bersama itu,” tegas Wakil Ketua DPRD Balangan sekaligus Ketua DPD Partai Golkar setempat ,M.Yusuf A. Metro7/Sri
11.09 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Kesepakatan Taksi Liar, Gambang

Banjarmasin, Tindak lanjut pembahasan pembentukan tim yang sudah direncanakan pada Kamis lalu (6/9) sudah dilaksanakan dikarenakan masing-masing pihak memiliki kesibukan.
Keputusan pembuatan tim penertiban taksi liar yang disepakati dalam pertemuan antara pemilik angkutan, dengan anggota DPRD Kalsel, Polda Kalsel, Dishubkominfo, dan Jasa Raharja belum bisa terealisasi.
Hal tersebut dikatakan, Basiran Kabid DLLAJ Dishubkominfo Prov. Kalsel, mengharapkan, semua pihak terkait bisa meluangkan waktu untuk membentuk tim penertiban, termasuk dari Organda Terminal Induk Pal 6 akan dilibatkan.
Kepala UPTD Terminal Induk Kilometer 6 HM Yusuf Riduan, menuturkan, situasi terminal berjalan seperti biasa. Semua angkutan kembali beroperasi. Dan tempat taksi liar yang biasa mangkal, tak ada satupun yang berani mengambil penumpang, dikarenakan setelah disweeping beberapa waktu lalu, pemilik dan sopir angkutan membuat taksi liar tidak berani muncul, tambahnya.
M. Hamidan Ketua Organda Terminal menegaskan kesepakatan sudah dibuat dan ditandatangani oleh semua pihak.
Dia mengharapkan, kesepakatan tersebut bisa dirrealisasikan. Dan lanjutnya, jika tiga hari tak ada langkah pasti, kami akan layangkan surat untuk mempertanyakan keseriusan tindak lanjut kesepakatan tersebut.”
Dikatakannya lagi, pemilik angkutan memberikan waktu selama tiga bulan, kalau tetap tak ada tindakan selama tiga bulan itu, silakan para sopir tindak sendiri, “saya akan angkat tangan. Dan jangan salahkan masyarakat, “tegasnya  metro7/rul
11.08 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

12 Klub Otomotif HST Tandatangani Ikrar

Untuk tetap menjaga ketertiban dalam berlalu lintas, sebanyak 12 club otomotif melakukan ikrar bersama untuk selalu menjaga ketertiban di jalan raya. (foto/humas)
BARABAI -- HUT Satlantas ke 57 di Polres Hulu Sungai Tengah dimeriahkan jajaran anggota Satlantas bersama 12 klub otomotif, yang tergabung dalam Rider Club Otomotif (RCO) Hulu Sungai Tengah, Minggu (23/9/2012) di halaman Mapolres.
Kegiatan diisi dengan konvoi tertib lalu lintas, yang diikuti oleh ratusan anggota klub, dari 12 klub komunitas motor maupun mobil. Para anggota komunitas start dari halaman Polres, kemudian mengelilingi kota Barabai dengan atribut lengkap berkendara. Sebelumnya, anggota RCO juga mengikuti Safety Riding, yang dipandu Kasatlantas AKP Abdul Rahman.
Mereka juga menandatangani ikrar bersama Kasatlantas, sebagai pelopor budaya tertib berlalu lintas di HST. Dalam ikrar itu, para anggota klub menyatakan berperan aktif menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban lalu lintas. Juga menjadi pelopor dalam disiplin, beretika, sopan , santun,, saling menghargai dan saling toleransi saat di jalan raya.
Selanjutnya, para anggota klub berikrar peduli terhadap keamanan dan keselamatan demi kelancaran berlalu lintas. Kasatlantas AKP Abdul Rahman berharap, ikrar sebagai dukungan terhadap Satlantas dalam rangka penegakkan disiplin tersebut direalisasikan dengan cara memberi teladan terhadap pengendara lain saat di jalan raya.
“Kita harapkan juga peran aktifnya dalam menyosialisasikan budaya tertib lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya, yang cenderung meningkat pada 2012 ini,”kata Abdul rahman.           
Dijelaskan, kecelakaan lalu lintas di jalan raya wilayah Hulu Sungai Tengah, pada 2012 cenderung meningkat, kebanyakan karena kelalaian atau faktor manusia. Selain itu,  kondisi jalan berlobang, bergelombang serta belum dilengkapi marka jalan.
Sementara itu, Kabagops Kompol Sarjaini, kepada para anggota klub berharap sebagai mitra Satlantas, RCO mendukung setiap program Polres HST dalam rangka menciptakan tertib dan sopan berlalu lintas. “Para pelopor budaya tertib ini juga akan dilibatkan di setiap kegiatan Satlantas Polres HST,” katanya. (adv/humashst)
11.07 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Norkiah Ditemukan Terapung di Sungai

AMUNTAI -  Setelah kurang lebih 4 jam melakukan pencarian akhirnya jasad Noorkiah (65), warga kelurahan Paliwara RT 7 No 40 kecamatan Amuntai Tengah  ditemukan petugas TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU dan BPK dalam keadaan tewas mengapung sekitar satu kilometer dari tempatnya dilaporkan menghilang.
Noorkiah  yang awalnya dilaporkan pihak keluarga menghilang dari rumah,sekitar pukul 04.00 Wita, Kamis (27/9).
Pihak keluarga semula tidak merasa curiga saat tidak menemukan Noorkiah tidak berada di tempat tidurnya dini hari tersebut.
Pasalnya, ibu dua anak ini memang mempunyai kebiasaan bangun pagi dan selanjutnya pergi ke batang (jamban) yang berada di tepi sungai. Pihak keluarga baru menyadari ada yang tidak beres saat melihat handuk dan perlengkapan mandi milik korban masih berada di rumah.
Dalam kondisi panik, pihak keluarga kemudian berupaya menemui 'orang pintar' untuk menanyakan di mana keberadaan Noorkiah.
Setelah melakukan pencarian selama hampir empat  jam, petugas TRC dan BPK akhirnya berhasil menemukan jasad Noorkiah mengapung di wilayah Kelurahan Kebun Sari, sekitar pukul 08.00 wita.Pihak keluarga yng dibantu oleh TRCdan BPK langsng mengevakuasi korban yang selanjutnya langsung kerumah duka yang beralamat di kelurahan Paliwara.
“Kami dari pihak keluarga sangat berterimakasih kepada para warga dan petugas yang tergabung dalam tim TRC dan BPK yang telah berhasil menemukan orang tua kami,” ujar keluarga korban.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) H. Faturrakhman, S.Sos, MSi kepada Metro 7, kamis mengatakan bahwa BPBD merupakan leading  sektor setiap musibah dan bencana yang terjadi  di wilayah HSU selalu siap membantu warga yang sedang terkena musibah baik itu factor alam maupun kecelakaan seperti korban tenggelam.
“BPBD yang membawahi tim TRC dan BPK selalu siap dan siaga membantu warga yang terkena dam mengalami musibah,” ujarnya.
Karena di kantor BPBD alat komunikasi selalu stanby dan beberapa kepala bidang pun selalu mengaktifkan radio yang merupakan alat informasi yang digunakan oleh pihaknya.
Jadi apabila swaktu-waktu terjadi bencana atau musibah tim selalu siap dan langsung terjun kelokasi terjadi bencana. Metro7/Ayie
11.06 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Bawa Lari Gadis, Tertangkap Bawa Senjata Tajam

RANTAU -- Warga Tapin berdatangan dari beberapa kampung ke Mapolsek Tapin Utara, Setelah mendapat kabar bahwa pelaku pencurian dan perampokan yang meresahkan warga masyarakat saat ini telah tertangkap.
Memang benar adanya penangkapan terhadap dua orang laki-laki dan satu perempuan, tetapi bukanlah pelaku yang di cari-cari masyarakat Tapin. Dua orang lelaki ini terjerat kasus senjata tajam pada saat diperiksa, karena telah melarikan seorang gadis sebut saja Mawar (14) pelajar SMPN 2 Rantau.
Kasusnya berawal dari hilangnya Mawar bersama sebuah sepeda motor Yamaha Mio DA 6705 KR  pada hari Minggu (23/9) yang lalu.
Pihak keluarga Mawar menyangka telah terjadi hal yang tidak diinginkan pada diri Mawar kaena sudah tiga hari tidak ada kabar beritanya.
Setelah melaporkan hilangnya anak gadisnya ke Polsek Tapin Utara, orang tua Mawar bersama-sama dengan anggota polsek melakukan pencarian, dan pada hari ketiga Rabu (26/9) Mawar ditemukan bersama dengan Junaidi (23) yang tidak lain adalah pacar Mawar sendiri.
Pada saat ditemukannya Mawar, Junaidi warga desa Sawang Simpang Jambu ini ada bersama temannya Abdul Aziz warga desa Kakaran RT.02. Dan pada saat petugas melakukan penggeledahan ditubuh kedua laki-laki ini ditemukan sebilah pisau belati dan sebilah keris.
Keduanyapun langsung digelandang ke Polsek Tapin Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pihak keluarga Mawar ketika ditanya Metro7 tentang hubungan Mawar dan Junaidi mengakui kalau Junaidi memang pacarnya Mawar, dan sudah lama ingin menikahi Mawar. Karena tidak memiliki biaya untuk kawin jadi tertunda sampai saat ini.
“Junaidi terkendala dengan uang, karena uangnya tidak terkumpul untuk melamar,” jelas saudara orang tua Mawar.
Sementara itu Junaidi dan Abdul Aziz dikenakan pasal 2 (1) UU Darurat RI No.12/1951 tentang senjata tajam, dan dituntut hukuman diatas satu tahun penjara.  Metro7/wnd
11.05 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Kebun Percobaan Konsep Green Hause di Pertamina Tanjung

TANJUNG -- Kebutuhan local akan sayur mayur bagi masyarakat di Kabupaten Tabalong selama ini nampaknya masih bergantung kepada para petani dari luar daerah padahal kondisi alam di daerah ini sangatlah potensial untuk pembudidayaan tanaman sayur mayur maupun tanaman buah-buahan.
Melihat kondisi tersebut dan untuk tujuan memberikan peningkatan penghasilan terhadap petani binaannya, Pertamina UBEP Tanjung akan mencoba melakukan menggarap lahan bekas perumahan bangsal plastik di komplek Pertamina UBEP Tanjung.
Menurut staf PR & Protokoler Pertamina UBEP Tanjung Zuraida Saputri kegiatan itu merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui pusat pemberdayaan masyarakat Binaan Pertamina, dalam pelaksanaan kegiatan kebun percobaan itu menggunakan konsep green house akan dijadikan pilot project yang ramah lingkungan dan dikembangkan pembudidayaan tanaman sayur-sayuran di dalam polibag.
“Sayur mayor yang dikembangkan adalah sayuran berupa sawi, bayam, tomat, cabe, seledri, kangkung dan yang lainnya. Sedangkan dalam penyemaian dan penanaman bibit menggunakan media skam yang biasa disebut masyarakat Tanjung dengan menggunakan kulit padi limbah banyak terdapat di pabrik-pabrik penggilingan padi. Skam akan digunakan buat pengikat akar sayur-sayuran yang ditanam dalam polibag,” ujar Zuraida.
Petugas penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tabalong Arif Rachman Hakim saat melakukan bimbingan teknis secara langsung di lapangan terhadap 5 orang kelompok tani binaan Pertamina UBEP Tanjung yang diketuai Abdurahman disaksikan pihak Pertamina mempraktekan cara dan proses pembakaran pengolahan skam yang berfungsi sebagai pengikat akar tanaman sayur.
Proses diawali dengan menghidupkan api menggunakan kayu dibawah sebatang pipa 6 inch dengan tinggi (panjang) 2 meter, pipa yang telah dirancang menggunakan kaki supaya bisa berdiri, yang diberi lubang-lubang agar api tetap terus bisa menyala saat dilakukan pembakaran skam yang ditumpuk di sekeliling pipa.
Dalam menunggu waktu sekitar puluhan jam maka tumpukan skam yang dibakar akan berubah menjadi abu yang siap pakai untuk kepentingan tanaman.
Dijelaskan Arif Rachman Hakim bahwa untuk pemupukan sayur-sayuran dilakukan dengan memanfaatkan limbah biogas Pertamina dengan proses sangat sederhana ditambah dengan pupuk organik yang dimasukan ke tendon air kemudian menggunakan air rator untuk sirkulasi ke tanaman sayur-sayuran atau dengan istilah Hydroponic.
“Keberadaan pilot project kebun ini juga nanti bisa dijadikan sebagai salah satu alternative objek wisata kata Arif Rachman Hakim,” ujar Arif.
Sementara itu menurut Ketua kelompok tani binaan Pertamina UBEP Tanjung Abdurahman pihaknya sangat berterima kasih sekali atas kepedulian dari PT Pertamina selama ini yang senantiasa memperhatikan terhadap masyarakat di sekitar lingkungan melalui program CSR nya. Metro7/Via
11.05 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Bupati Harapkan HSU menjadi Yogyakartanya Kalsel

AMUNTAI -  Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) berharap kabupaten yang terletak dipaling Utara Kalimantan Selatan ini dapat menjadi Yogyakartanya Kalimantan Selatan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati HSU HM. Aunul Hadi dalam sambutannya saat menghadiri acara Halal bihalal yang diselenggarakan oleh Kerukunan Mahasiswa (KM) HSU yang ada di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
“Banyak hal yang dapat dipelajari di yogyakarta, baik itu tentang pembangunan daerah maupun tentang bisnis atau wirausaha dan kerajinannya,” ujarnya.
Menurutnya Jogyakarta merupakan pusatnya pengrajin-pengrajin khas daerah yang sedikit banyaknya dapat di pelajari dan diterapkan di HSU.
Ia katakan, HSU mempunyai beberapa sentral kerajinan khas daerah yang sudah dikembangkan oleh pemerintah. Dengan adanya pengetahuan-pengetahuan dan kebisaan-kebisaan tersebut mahasiswa dapat mengembangkan di Banua tercinta ini.
Selain itu HSU juga kaya akan tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku beberapa kerajinan tersebut seperti enceng gondok dan purun serta lupu. Bahkan selama ini pemerintah sudah sering mendatangkan instruktur-instruktur dari kota Gudeg ini yang khusus untuk berbagi pengetahuan dengan warga HSU.
Ia berharap para mahasiswa yang kuliah diluar Kalimantan agar dapat menuntut ilmu sebaik-baiknya dan tetap menjaga nama baik kabupaten HSU yang nantinya bisa kembali ke daerah untuk dapat diterapkan dan terlibat dalam pembangunan HSU yang lebih baik.
Sementara Ketua KM HSU Jogyakarta Jahidi Maulani dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretarisnya Dini Julianti mengatakan, ditahun 2012 tercatat  lebih dari 27 warga Amuntai yang telah mendaftar di perguruan-perguruan tinggi Jogjakarta yang tercatat sebagai mahasiswa.
“Tahun 2012 ini warga HSU yang kuliah di Jogyakarta lebih banyak dari tahun kemaren yang Cuma 15 orang, ini merupakan aset bagi HSU nantinya sebagai generasi penerus dalam membangun banua”ujarnya.
Acara serupa juga di adakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (IPMA) HSU di Kota Malang povinsi Jawa Timur.
Kedua perkumpulan mahasiswa yang sedang belajar di luar Kalimantan ini baik KM HSU Jogja mauoun IPMA HSU Malang berharap agar pemerintah kabupaten HSU tetap terus memperhatikan kesejahteraan warga HSU yang belajat diluar daerah.
“Terlebih tampuk kepemimpinan HSU yang sebentar lagi akan berganti yang kepala daerah yang baru yaitu Drs. H.Abdul Wahid HK MK M.Si dan H. Husairi Abdi. Lc,” harap mereka.
Berdasarkan data yang diperoleh oleh Metro7 dilapangan sebanyak 187 warga HSU sudah berkuliah di kota Jogja dan sebanyak 25 orang warga HSU juga sedang kuliah di Kota Malang.
Kegiatan dirangkai penyerahan bantuan dana oleh Bupati Aunul Hadi sebesar 15 juta rupiah yang diterima langsung oleh ketua Asrama Puteri Dini Julianti dan ketua IPMA HSU Malang. Metro7/Ayie
11.04 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Perekaman e-KTP di Bartim Mencapai 40%

Camat Dusun Timur. Arief Sujai
TAMIANG LAYANG- Untuk perekaman Elektronik KTP (e-KTP)yang dilaksanakan di 10 Kecamatan yang ada di  Kabupaten Bartim, tahap pertama berakhir pada pertengahan Oktober -2012. Tetapi apabila data perekaman di masing-masing kecamatan banyak yang belum terekam atau belum selesai, maka pihaknya akan memperpanjang sampai 31 – Desember – 2012 dengan harapan pada akhir tahun 2012 ini semua data perekaman harus sudah selesai di 10 Kecamatan yang ada di Bartim.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bartim Drs. Thipiluos melalui Kabig Kependudukan Elin ketika kepada Metro7, Kamis (27/09) mengatakan, untuk perekaman e-KTP di 10 Kecamatan sudah mencapai 40 persen yang sudah tercapai, seperti Kecamatan Dusun Timur hanya 29 persen, Kecamatan Dusun Tengah hanya 30 persen, dan Kecamatan lainnya masih di bawah 40 persen, jadi dari 10 Kecamatan yang ada di bartim baru Kecamatan Paku yang telah mencapai 40 persen dan 1 kecamatan yang masih terkendala yaitu Kecamatan Benua Lima karena mereka masih mengandalkan genset untuk melakukan perekaman.
 “Jadi untuk Kecamatan benua lima angka penduduknya kecil karena dibawah 5 ribu jiwa yang wajib dibuatkan KTP. Sedangkan Kecamatan yang lain telah mencapai 75 persen untuk perekaman yang 60 tahun ke atas,” katanya.
 
Kabig Kependudukan
Elin
Bagi warga yang sudah memiliki KTP se umur hidup juga diwajibkan untuk melakukan perekeman data, sehingga semua terdata secara akurat.
Selain itu juga Camat Dusun Timur Arief Sujai mengatakan untuk Kecamatan Dusun Timur yang ditargetkan untuk wajib e-KTP sebanyak 20 ribu orang terbagi dari 16 Desa.
“Dalam pelaksanaan perekaman kami akan panggil melalui undangan yang diserahkan kepada kepala desa masing-masing untuk membagikan kepada warganya,” ucapnya sembari menambahkan pada saat ini pihaknya sedang melakukan perekaman data e-KTP kepada masyarakat di kecamatan Dusun Timur.
Ditempat terpisah Camat Paku Tugu Nahan menambahkan untuk perekaman e-KTP untuk kalangan PNS dilakukan perekaman pada sebelum tanggal 16 mendatang.
“Kami telah melakukan perekaman ini mulai tanggal 16 juli sampai dengan bulan Oktober 2012 mendatang, sehingga dalam perekaman e-KTP sekarang ini tidak ada yang memiliki inisial yang ganda/berlapis semuanya terlaksana dengan baik, aman dan lancar saja,” ujar Nahas. Metro7/ali
11.03 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Bupati Dukung Pencetakan Manusia Yang Trampil

PARINGIN --  Bupati Balangan Sefek Effendi Membuka secara resmi Pelatihan Kerja Kejuruan Las dan Kejuruan Tehnik Bangunan kepada puluhan peserta pada acara Pembukaan Pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Balangan, Kamis (20/9) lalu.
Didepan para peserta latihan, Sefek mengatakan, BLK Balangan yang baru beroperasional pada tahun 2012 ini, akan terus memberi andil  dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia Bumi Sanggam, khususnya dalam peningkatan keterampilan dan keahlian kerja warga masyarakat Balangan, serta mendorong dan mengembangkan jiwa wira usaha sebagai bekal utama menuju usaha mandiri.
“Dalam periode kepemimpinan kami menempatkan pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai prioritas teratas pembangunan daerah, Pemkab Balangan sangat mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mencetak dan memupuk manusia –manusia yang terampil, gigih dan memiliki semangat yang kuat untuk terus belajar meningkatkan keterampilan,” tutur Sefek.
Oleh karena itu lanjutnya ,kebutuhan masyarakat tidak cukup dipenuhi hanya dengan aktivitas atau usaha-usaha dibidang pertanian dan perkebunan saja, tetapi juga memerlukan keberadaan pedagang, penyedia berbagai jenis jasa, serta orang-orang yang memiliki keterampilan khusus yang dapat diandalkan untuk keperluan–keperluan yang khusus pula, seperti perbaikan ruma, peralatan hingga kebutuhan akan berbagai jenis keterampilan.
“Melalui beberapa tahapan akhirnya sampai pada pendirian Balai Latihan Kerja Kabupaten Balangan, baik secara kelembagaan, maupun pembangunan fisiknya,hingga diresmikan dengan penerbitan peraturan daerah yang mendukung legalitasnya dan Alhamdulillah pada tahun 2012 ini telah bisa dioperasionalkan,” katanya.
Dalam tahun ini sudah dianggarkan dana sebesar kurang lebih Rp6 milyar dalam APBD 2013 untuk pembangunan infrastruktur dan belanja kegiatan BLK.
“Jadi sambil menunggu realisasi anggaran tersebut BLK bisa sesegeranya menjalankan fungsi dan peranan sesuai tujuan pendiriannya, sehingga menjadi salah satu agen pemercepat laju pembangunan Kabupaten Balangan,” harap bupati.
Orang nomor satu di Kabupaten Balangan ini berharap, setelah para peserta mendapatkan pelatihan agar dapat memberdayakan ilmu yang dimiliki secara nyata ditempat masing-masing, sehingga dapat meningkatkan perekonomian didaerah dan bisa menampung tenaga kerja semaksimal mungkin.
“Apa yang akan saudara dapatkan nanti hendaknya bisa mewujudkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan yang pada gilirannya nanti akan membantu Pemerintah daerah dalam mewujudkan Balangan yang lebih maju, lebih sejahtera dan mandiri,” tutup Sefek Effendi. Metro7/Sri
11.01 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Tingkatkan Program Puskeswan Balangan

PARINGIN – Kepala Bidang Peternakan Pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan Dan Perikanan (PTHPP) Kabupaten Balangan Tuhalus mengatakan, sebagai Pusat Puskeswan dan Insiminasi Buatan (IB), yang beralokasi di Desa Lampihong Kabupaten Balangan merupakan satu-satunya UPTD di Kalsel yang menggabungkan antara pusat kesatuan hewan dan insiminasi buatan(IB).
“Adapun lokasi yang meliputi puskeswan yakni Kecamatan Lampihong, Batu Mandi dan Awayan yaitu dengan system kerja swasembada daging dengan satu dokter hewan, dua tenaga vretrener, tiga insiminator dan satu tenaga administrasi ,” ujarnya kepada Metro7, belum lama ini.
Semua  elemen dan instansi tersebut lanjutnya diminta agar mempunyai target penekanan angka kematian sampai 1,02 persen dengan angka kelahiran mencapai 20 persen dari populasi.
Ia katakana, pada tahun 2012 ini puskeswan IB dilengkapi dengan peralatan laboraturium demplot hijau rendah dan demplot kandang ternak. Serta pada tahun ini minimal tiga puskeswan dibangun dan pada tahun 2013 akan dibangun satu puskeswan tepatnya di Kecamatan Awayan sedangkan di tahun 2014 nanti akan dibangun lagi di Kecamatan Juai, katanya.
Lebih jauh Tuhalus menjelaskan, tujuan diadakannya puskeswan yaitu sebagai salah satu upaya untuk memacu tingkat kelahiran dan menekan angka kematian yakni dengan cara melakukan Insiminasi Buatan (IB), sehingga mulai awal Januari sampai September jumlah sapi yang termasuk dalam catatan untuk sapi korban berkisar sekitar 180 ekor untuk Kecamatan  Lampihong, Paringin dan Batu Mandi .
“Untuk harga berkisar sekitar 125 perkilo daging itu yang bobot daging 10 sampai 90 tetapi untuk daging lebih dari 100 rentan harganya lebih murah, sedangkan untuk kambing sendiri  hanya 30 ekor saja pada tahun ini dan kenaikan korban mencapai 10 persen dibandingkan pada tahun 2011 yang lalu,” jelas Tuhalus. Metro7/Sri
11.00 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Generasi Penghapal Al Quran Diciptakan Sejak Dini

PARINGIN – Adapun makna dari program pembibitan penghafal  al-quran (PPPA ) yakni tentang kemurnian qur’an,serta terpeliharanya kemurnian tersebut dari setiap umat beragama di sepanjang masa dan merupakan salah satu implementasi jaminan Allah SWT dalam pemeliharaan kitab yang membuat firman-firman–Nya itu yakni dengan cara banyaknya jumlah penghafal al-qur’an diseluruh dunia.
Hal tersebut dikatakan Bupati Balangan Sefek Effendi melalui wakilnya Ansharuddin ketika membuka Rumah Tahfidz Daarul Qur’an di Desa Awayan Hilir,  jum’at  (21 /9)
Dikatakannya, dengan adanya rumah tahfidz daarul qur’an diharapkan bisa melaksanakan program pembibitan penghafal al-qur’an (PPPA) sesuai dengan harapan yang telah direncanakan .
“Saya yakin,sebagai penganut islam kita semua sepakat bahwa terpeliharanya al-qur’an sebaiknya tidak hanya terwujud dalam jumlah penghapalnya,akan tetapi alangkah lebih baiknya jauh lebih banyak lagi jumlah orang yang mengamalkannya,” kata Sefek.
Ia katakana, dengan adanya rumah tahfidz ini diharapkan upaya umat muslim di Bumi Sanggam untuk semakin membudayakan AL-QUR’AN  di mulai dari membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan AL-QUR’AN dalam setiap waktu dan tindakannya, ujarnya.
Sehingga lanjutnya, dengan adanya rumah hafidz ini bisa membuka seluas-luasnya bagi setiap orang tanpa pandang usia maupun latar belakangnya, bahkan terhadap orang-orang non muslim sekalipun.
“Kita menyakini bahwa Islam adalah agama yang diturunkan untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali dan kita juga tidak boleh menghalangi siapapun untuk mengenal Islam dan mempelajari semua isi kitab sucinya,justru kita harus mendukungnya,” kata Bupati lagi..
Oleh karena itu, Sefek meminta kepada semua pihak untuk mengoptimalkan fungsi dan potensinya untuk kebaikan bersama dan memperluas manfaatnya adalah wujud syukur yang paling nyata.
“Dengan seraya mengucapkan Bismillahir rahmanirahim Rumah Tahfidz PPPA Darul Qur’an Awayan jum’at 21 September 2012 resmi saya buka,” ucap Bupati Sefek didepan ratusan undangan yang hadir. Metro7/Sri
11.00 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Adipura Hasil Karya Semua Pihak

Sekda HST  Sekda IBG Dharma Putra ketika memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinas Ekspose dan Pembinaan Adipura Kota Barabai oleh Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Kalimantan bersama BLHD Provinsi Kalsel, belum lama tadi. (foto/humas)
BARABAI -- Bupati HST Dr IR H Harun Nurasid MM MM melalui Sekda IBG Dharma Putra saat membuka secara resmi Ekspose Program Adipura yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Kalimantan dan Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kal Sel bertempat di Auditorium Setda HST senin kemarin (24/09).
“Keberhasilan HST merain piala Adipura pada tahun 2012 ini adalah karya dan partisipasi semua pihak yang merupakan tujuan dan impian kabupaten HST sejak lama untuk meraihnya.” katanya
Ditambahkannya lagi, Dharma memaparkan berbagai program dan rencana kegiatan sudah dilaksanakan sebagai upaya peningkatan dan pengelolaan kebersihan dan keteduhan lingkungan perkotaan diantaranya pengembangan dan pembenahan tempat pembuangan akhir (TPA) Telang.
“Pengembangan dan pembanahan TPA Telang tersebut seperti Perencanaan pengadaan jembatan timbang di alokasikan APBD-P tahun 2012, Perencanaan pembangunan garasi alat berat di TPA, Pengadaan tempat pencucian truck sampah di TPA diharapkan APBD-P tahun 2012.” terangnya
Selain itu juga akan di lakukan pemasangan paving block area pasar tradisional dan area terminal pedesaan Barabai, dan penanaman pohon peneduh dan penghijauan area perkotaan Barabai dan terakhir menghimbau semua stake holder (Pemkab, SKPD, Swasta dan semua masyarakat) untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Sementara tim dari Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Kalimantan Rafiddin Rizal didampingi stafnya Yanto Heriyanto dalam ekspose nya mengatakan bahwa nilai sempurna yang diraih oleh HST atau kota Barabai dalam nilai raihan nilai total ADIPURA tahun 2011/2012 adalah 74,88 point.
 “Ini merupakan nilai tertinggi untuk wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk itu diharapkan agar nilai ini dapat dipertahankan untuk tahun ke depan, sehingga Adipura pun juga dapat dipertahankan” ujarnya sambil menampilkan ekspose beberapa kekurangan yang harus diperbaiki oleh HST di samping beberapa kelebihan yang juga dapat membanggakan berupa foto-foto kegiatan dan lainnya.
Dari tim Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kal Sel Ninuk M dan rekannya Agus R juga menambahkan bahwa nilai yang diraih HST sangat tinggi untuk kota kecil sedang se Kal_Sel.
“Hal ini sangat membanggakan bagi kita semua dan diharapkan dapat dipertahankan.” Pungkasnya
Kegiatan Ekpose Program Adipura ini dihadiri seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemkab HST dan juga seluruh pejabat dan staf di lingkungan Badan Pelaksana Lingkungan Hidup HST.  (adv/humashst)
11.00 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Desa Guha Dijadikan M-KRPL

BARABAI --- Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Propinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), bertempat di Aula Bappeda HST. Selasa, 25 September 2012. Pukul 14.00 WITA.
Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab HST Zainuddin, kepala Badan Penyuluh Pertanian HST Fatmawati, Kepala kantor ketahanan Pangan HST Zainal Abidin,Kepala BTPT kalsel Muhammad Yasin beserta tim M-KRPL BTPT kalsel, anggota TP PKK Kab HST, pembakal desa Guha kecamatan LAS, dan undangan lainnya.
Kepala kantor ketahanan Pangan HST Zainal Abidin mengatakan salah satu desa yang terpilih untuk dijadikan model  Kawasan Rumah pangan Lestari (M-KRPL) adalah desa Guha kecamatan Labuan Amas Selatan yang jaraknya kurang lebih empat kilo meter dari kota Barabai.
“Terpilihnya desa Guha ini karena daerahnya merupakan sentral sayur-sayuran dan buah-buahan serta peternakan.” Katanya.
Kepala BPTP kalsel Muhammad Yasin memaparkan dilaksanakannya M_KRPL ini agar pekarangan rumah yang kosong bisa dimanfaatkan sesuai dengan luas pekarangannya  untuk ketahanan pangan serta kemandirian
“Pemanfaatan lahan pekarangan yang awalnya digunakan untuk penanaman bunga, sekarang sudah alih fungsikan sebagai lahan pemenuhan kebutuhan pangan seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, bahan tanaman rempah dan obat,serta bahan pangan hewani yang berasal dari unggas, ternak kecil maupun ikan.” Jelasnya.
Lebih lanjut, Yasin menegaskan manfaat yang diperoleh dari pengelolaan pekarangan antara lain dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran harian rumah tangga, dan memberikan tambahan pendapatan yang akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“M-KRPL ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, meningkatkan kemampuan keluarga dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah dan sayuran,melestarikan pangan local serta mengemabngkan kegiatan ekonomi produktif keluarga.” Paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Zainuddin selaku kepala Dinas Pertanian juga mengatakan bahwa terpilihnya desa GUha untuk dijadikan M-KRPL ini merupakan suatu kebanggaan dan hal ini bisa dijadikan contoh untuk desa-desa lain bahkan di daerah perkotaan.
 “Saya berharap kepada peserta sosialisasi khususnya warga desa Guha bisa memberikan pemahaman mengenai M-KRPL ini, sehingga pengetahuan dan pengalaman warga kita lebih luas.” Harapnya
Kegiatan sosialisasi ini di isi dengan penjelasan secara luas tentang M-KRPL dalam rangka peningkatan ketahanan pangan yang dimulai dari keluarga dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan mengimplementasikannya secara bersama–sama dan saling bersinergi demi kesejahteraan petani di Kabupaten HST. (adv/humashst)
10.58 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Lomba Bercerita Bahasa Banjar

BARABAI -- Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar Lomba bercerita bahasa  Banjar  tingkat SMP dan SMA sederajat se kabupaten HST, bertempat di Aula Dinas Pendidikan kab HST. Rabu, 26/9. Pukul 09.00 WITA.
Lomba bercerita ini di ikuti sebanyak 30 orang siswa SMP sederajat dan 18 orang siswa SMA sederajat dimana satu orang mewakili sekolahnya masing-masing di sebelas kecamatan.
Menurut  Kasi pengembangan perpustakaan dan rasip daerah Zainurrahmi selaku penanggung jawab kegiatan, lomba bercerita ini bertujuan  untuk  menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca melalui berbagai bahan bacaandan media untuk menanamkan cinta kebudayaan daerah, menarik minat baca anak melalui buku cerita local budaya daerah dan meningkatkan rasa kecintaan terhadap bahasa daerah.
“menyikapi problema minat baca yang masih rendah sehingga menjadi kendala dalam mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya dikalangan siswa dan siswi, maka perlu diberikan stimulant untuk menumbuhkembangkan kebiasaan dan gemar membaca.” Katanya.
Lebih lanjut, Zainurrahmi mengatakan kriteria penilaian diantaranya penampilan peserta, teknik bercerita, penguasaan materi, dan kemampuannya (skill) dalam bercerita.
“Para juri akan menilai penampilannya dimana peserta harus mempunyai rasa percaya diri dan meyakinkan, untuk teknik bercerita para peserta akan dinilai volume suaranya, artikulasi, diksi, tempo dan penguasaan panggungnya, sedangkan penguasaan materi para peserta di tuntut untuk menguasai isi cerita, penghayatan, improvisasi, dan imajinasi yang terintegrasi dengan cerita.” Terangnya.
 Untuk peserta lomba bercerita tingkat SMP sederajat akan membawakan cerita yang berjudul “si Utuh cangkal manuntut ilmu” dan untuk peserta tingkat SMA akan membawakan kisah dengan jdul  “Iwak Baung jadi Raja Sinding Alam” dengan juri sebanyak tiga orang yang di minta dari Dinas pariwisata, guru SMP bidang bahasa Indonesia dan dari kantor perpus dan arsip daerah HST.
Adapun tema yang diambil pada kegiatan ini yakni menumbuhkan kegemaran membaca dan kecintaan terhadap budaya local dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (adv/humashst)
10.58 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Kesbanglinmas HST Gelar Sosialisasi

BARABAI -- Dalam rangka menciptakan suasana yang terus kondusif di daerah perairan di Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kantor Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana HST bekerjasama dengan Polres HST dan Kodim 1002 Barabai menggelar sosialisasi, (20 /9/12) yang lalu.
Kepala Kanor Kesbang Linmas dan Politik Ir Kemat mengatakan, dalam menciptakan kondisi dan penggalangan untuk keamanan bersama diajak seluruh masyarakat tiga desa, tokoh masyarkat, pokmaswas perikanan.  Masyarakat tersebut memiliki kelebihan dan banyak mengandalkan daerah pertanian tadah hujan serta daerah tangkapan ikan tawar
Penyetruman di wilayah perairan melanggar hukum.  Harus disadari, mencari ikan dengan peralatan listrik dinilai hasilnya lebih banyak, namun, tidak berkah dan membuat marah orang banyak yang ujung-ujungnya menimbulkan gesekan.
Hal itu terungkap dalam sosialisasi sadar hukum di wilayah perairan yang dihadiri ratusan warga Sungai Buluh, Rantau Bujur, dan Mantaas Kecamatan Labuan Amas Utara di Masjid Desa Rantau Bujur. Menurut Kabag Ops Polres HST Kompol Sarjaini, sudah lama penyetruman ikan dilarang karena sangat merusak lingkungan maupun kelestarian ikan.
“Selama ini, kita menganjurkan mencari ikan dengan alat tangkap yang ramah lingkungan, dibanding dengan setrum, hasilnya tidak terlalu banyak tapi berkah dan disukai semua orang,” kata Sarjaini.
Sedangkan Kasdim 1002 Barabai Mayor Inf Banani mengimbau masyarakat Sungai Buluh, Rantau Bujur, dan Mantaas meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan dalam melaksanakan pembangunan.  Dengan bersatu, sangat mudah mengembangkan dan memajukan desa. (adv/humashst)
10.58 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

320 Calon Jamaah Haji Diberangkatkan

TANJUNG -- Bupati Tabalong Drs.H.Rachman Ramsyi didampingi Wakil Ketua DPRD H.Suriyono, SE, Wakil Bupati H.Muchlis, SH, Ketua MUI KH.Rasyidi, Lc dan unsur muspida lainnya Senin (24/9) tadi secara resmi melepas keberangkatan 320 calon jamaah haji Tabalong kloter pertama menuju Banjarbaru yang akan diterbangkan Selasa melalui Bandara Syamsudin Noor menuju Jeddah transit melalui Bandara Banda Aceh.
Prosesi pelepasan pemberangkatan calon jamaah haji asal Tabalong ini dilakukan secara khidmat yang diawali dengan pembacaan doa oleh K.H.Marjuni yang lebih akrab dikenal masyarakat Tabalong dengan sebutan Guru Dukuh mengambil nama asal tempat tinggal beliau desa Dukuh, kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat Bupati Tabalong sekaligus pelepasan keberangkatan calon jamaah haji yang menggunakan 8 unit bus khusus.
Dalam sambutan singkatnya Bupati Tabalong Drs.H.Rachman Ramsyi, M.Si menjelaskan setelah kloter pertama ini kita berangkatkan akan menyusul lagi sebanyak 65 orang calon jamaah haji kloter kedua asal Tabalong yang juga akan diberangkatkan pada tanggal 10 Oktober mendatang.
Usai sambutannya Bupati memimpin mengumandangkan “Labbaik Allahuma Labbaik, labbaik kalla sarikalla labbaik, minal hamda walnikmatta, lakawalmul, la sarikalla dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim keberangkatan jamaah haji kloter pertama secara resmi dilepas oleh Bupati yang diiringi dengan kumandang adzan oleh H.Muhammad Husin.
Begitu bus bernomor 1 pelan-pelan didepan mulai berangkat diikuti mobil bus lainnya, lambaian tangan keluarga dan ribuan masyarakat yang turut mengantar keberangkatan itu merasa terharu dan nampak terlihat beberapa kaum wanita meneteskan air mata mengiringi keberangkatan yang cukup jauh, konon memakan waktu perjalanan udara selama ± 11 jam itu demi melaksanakan panggilan Allah SWT melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima. Metro7/Via
10.57 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Hari PMI dan Hari AI Diperingati

TANJUNG -- Pemerintah Kabupaten Tabalong melaksanakan upacara peringatan hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke 67 dan Hari Aksara Internasional (AI) ke 47 tahun 2012 Senin (24/9) di lapangan Taman Kota Tanjung.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Tabalong H.Muchlis, SH. Dihadiri Sekretaris Daerah Drs.H.Afdel Fadillah, M.Si beserta Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, pasukan upacara terdiri dari Pegawai Negeri Sipil lingkup Pemkab Tabalong dan para pelajar.
Dalam upacara itu dilakukan penyerahan beberapa penghargaan kepada sejumlah PNS yang berprestasi dalam melaksanakan tugas termasuk pemberian penghargaan terhadap sejumlah yang aktif secara rutin mendonorkan darahnya beberapa kali demi kemanusiaan.
Bupati Tabalong Drs.H.Rachman Ramsyi, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua PMI Tabalong membacakan sambutan Ketua Umum PMI Pusat dalam peringatan Hari Palang Merah Indonesia ke 67 tahun 2012 yang bertemakan “Kaum Muda Sebagai Agen Perubahan dan tidak lupa dalam sambutannya Bupati Tabalong juga melalui sambutan tertulisnya berkenaan dengan Peringatan Hari Aksara Internasional ke 47 tahun 2012 mengangkat tema kegiatan di daerah “Melalui peringatan Hari Aksara Internasional Ke 47 Kita Tingkatkan Nilai Keiindonesiaan Yang Berbudaya Damai dan Bermartabat”.
Pada bagian sambutannya Bupati Tabalong mengatakan dalam kurun waktu 67 tahun Palang Merah Indonesia (PMI) menghadapi banyak sekali tantangan, hambatan danb rintangan. Saat ini PMI semakin tegar dan matang dalam menghadapi kejadian bencana, dan konflik persoalan sosial yang melanda masyarakat. Usia terus bertambah tentunya tidak membuat pergerakan PMI menjadi tidak dinamis, tantangan ini justru menjadi semangat dan motivator bagi PMI untuk terus menggiatkan tugas-tugas kemanusiaannya.
PMI saat ini tengah mendorong dan meningkatkan keikutsertaan relawan muda untuk berpartisipasi aktif di setiap gerakan kemanusiaan.
Kemudian terkait dengan peringatan Hari Aksara Internasional (HI) ke 47 Bupati berharap sebagaimana tema diatas kiranya sangat selaras dengan harapan kita terhadap upaya pencapaian visi Kabupaten Tabalong, terutama menyangkut upaya mewujudkan sumber daya manusia Tabalong yang berkualitas. Metro7/Via
10.55 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Team Penilai Kementrian Kesehatan Turun ke Tabalong

TANJUNG -- Sebanyak 10 orang team penilai dari Kementrian Kesehatan Pusat selama dua hari (25-26/9) berada di Kabupaten Tabalong untuk langsung turun ke beberapa posyandu desa di empat kecamatan.
Kedatangan rombongan team penilai dari Kementrian Kesehatan tersebut dalam rangka melakukan evaluasi dan melihat langsung kondisi performance pelayanan kesehatan (Jamkes) yang ada dibawah binaan pemerintah daerah Kabupaten Tabalong.
Terkait dalam hal itu menurut salah seorang anggota tim pusat pada saat berada di posyandu desa Puain Kanan Kecamatan Tanta kepada Metro7  menjelaskan, kedatangan mereka intinya untuk melihat langsung kondisi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di pedesaan, bagaimana kondisi komunitas dua arah, apa yang menjadi motivator bupati sebagai kepala daerah khusus bidang pelayanan kesehatan.
“Apakah kepala daerah sangat konsen terhadap bidang kesehatan,” ujarnya sembari menambahkan pihak team penilai kesehatan juga akan meminta waktu kepada Bupati Tabalong pada hari Rabu melakukan presentasi secara umum yang berkaitan dengan bidang kesehatan.
“Nanti dijadikan bahan penilaian Kementrian Kesehatan Pusat yang telah diusulkan oleh Kementrian Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan untuk menerima penghargaan berupa Manggala Karya Bhakti Husada yang akan diberikan kepada Bupati Tabalong serta penghargaan Ksatria Bhakti Husada kepada Ibu Bupati sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabalong dan kebetulan hanya satu kabupaten yang diusulkan pihak Kementrian Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan,” katanya.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong Dr.H.Syarifuddin Baseri, S.POG, Bupati Tabalong Drs.H.Rachman Ramsyi, M.Si dan ibu Bupati Hj Sumiati dinilai oleh Kementrian Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan kiprahnya terhadap bidang kesehatan sangat luar biasa.
“Berbagai aspek yang dinilai oleh team baik sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan anggaran untuk kesehatan baik untuk Dinas Kesehatan sendiri dan anggaran untuk Rumah Sakit Umum Daerah juga termasuk tunjangan bagi dokter spesialis cukup besar,” papar Syarifuddin.
Kedatangan 10 orang team pusat didampingi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong dikatakan Dr.H.Syarifuddin Baseri, S.POG telah mengunjungi puskesmas kecamatan Pugaan, posyandu desa Harus Kecamatan Muara Harus dilanjutkan ke posyandu desa Puain Kanan dan posyandu desa Warukin Kecamatan Tanta. Metro7/Via
10.54 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Mahasiswa dan Dhuafa Akan Mendapat Bea Studi Adaro

 Fadli S.Ag
Mediator Team CSR Adaro
PT Adaro Indonesia kembali akan memberikan beasiswa terhadap mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Tabalong, Balangan dan Kabupaten Barito Timur, khususnya bagi mahasiswa yang berprestasi dan yang berasal dari keluarga kurang mampu (dhuafa).
Kepada Metro7 kemarin, Mediator Team CSR PT Adaro Indonesia Fadli S.Ag mengatakan, untuk mengikuti program tersebut para mahasiswa diberikan persyaratan, dengan tujuan beasiswa yang diberikan akan tepat sasaran dan bermanfaat.
Fadli jelaskan, persyaratan tersebut adalah mahasiswa sudah menjalani perkuliahan semester 1 maksimal sampai semester 8. Kemudian para mahasiswa tersebut tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga donator lainnya, melampirkan fotokopi kartu tanda penduduk dan kartu tanda mahasiswa, fotokopi kartu hasil studi sampai dengan semester terakhir, surat keterangan aktif kuliah dari jurusan/fakultas, pas fhoto 4x6 cm (1 lembar), membuat essay perjalanan hidup (maksimum 2 lembar folio), dan ditulis tangan di formulir yang disediakan), mengisi formulir calon penerima bea studi Adaro.
“Untuk formulir bisa diperoleh dengan mengirimkan email kosong dengan subject Bea Studi Adaro ke alamat email bea studi adaro @ yahoo.co.id,” jelasnya.
Ia katakana, ada persyaratan khusus untuk bisa menerima bea studi PT Adaro yaitu bagi mahasiswa yang berprestasi dengan IPK ≥2,75 (Sains-PTN), ≥ 2,85 (Sains PTS), ≥ 3,05 (Sosial PTN), ≥ 3,15 Sosial PTS serta berdomisili di wilayah Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur, ujarnya.
“Kemudian bagi mahasiswa yang kurang mampu (dhuafa) benar-benar berasal dari keluarga yang kurang mampu dengan melampirkan surat keterangan dari RT/RW/Desa/Kelurahan juga melampirkan foto rumah tampak keseluruhan, ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi) serta berdomisili di daerah terdekat dengan PT Adaro Indonesia,” ucap Fadli lagi.
Untuk pendaftaran dan pengumpulan berkas lanjutnya dilaksanakan dari 3 September sampai 28 September 2012, seleksi berkas 1 sampai 5 Oktober 2012. Pengumuman penerima 10 Oktober 2012 via facebook dan twitter. Untuk informasi social media : (Logo) Twitter @ bea studi adaro (Logo) Facebook : Beastudi Adaro.
Formulir dan persyaratan bisa dikirim dikirim atau diantar langsung ke PT Adaro Indonesia, Banjarmasin Office jalan Kapten Pire Tendean Nomor : 174 RT 17 Banjarmasin Kalimantan Selatan 70231 cq CSR Departement Dahai Office. Permohonan juga bisa dikirimkan atau diantar ke CSR Departement PT Adaro Indonesia, Dahai Office desa Dahai Kabupaten Balangan.  Metro7/Via
10.53 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

PT Pama Budidayakan Kelapa Salak

PT Pamapersada Nusantara (PT Pama) melakukan penyemaian dan pembibitan kelapa salak di lokasi taman bekas kantor lama PT Pama Km 64 desa Warukin Kecamatan Tanta, belum lama tadi.
Humas PT Pamapersada Nusantara Marsan menjelaskan, dari 8000 bibit yang ditanam berhasil tumbuh sebanyak lebih kurang 7000 pohon dan telah dibagikan kepada beberapa anggota kelompok tani di Kabupaten Balangan dengan harapan bisa untuk dikembangkan pembudidayaannya oleh para petani disana.
Kemudian lanjutnya untuk kedepannya nanti perusahaan akan terus meningkatkan bantuan jumlah bibit kepada warga masyarakat sekitar.
“Perusahaan akan terus meningkatkan jumlah pembibitan dimana sekarang sedang dilakukan penyemaian sebanyak 15.000 bibit kelapa salak. Kelapa Salak bibitnya berasal dari Manado Sulawesi yang kalau kita kembangkan nilai ekonominya sangat baik apalagi usia tanam tumbuh 3 tahun sudah bisa dipanen,” ujarnya.
Marsan menambahkan pihak perusahaan PT Pama bermaksud agar masyarakat petani yang berada di sekitar wilayah operasional pertambangan mau membudidayakan tanaman kelapa salak ini, bahkan nanti bibit kelapa salak akan dibagikan kepada penduduk yang berada di jalur lintas perusahaan masing-masing kepala keluarga sebanyak dua pohon untuk ditanam di pekarangan atau di belakang rumahnya.
“Pohon kelapa sawit uniknya tinggi hanya sekitar satu meter dengan buah yang lebat, oleh karena itu pula pada tanggal 31 Agustus lalu pihak satuan kepolisian Brimob Tanjung dalam rangka kegiatan kerja bhakti juga turut menanam 50 pohon bibit kelapa salak yang diberikan PT Pama, dalam kegiatan di lingkungan areal markas brimob itu dilibatkan sebanyak 17 karyawan yang sedang melaksanakan training di Departement OTD PT Pama,” tambah Marsan lagi. Metro7/Via
10.50 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Amper Siap Ikut Pilkada 2013, Kalau Masyarakat Percaya Saya Siap Pimpin Bartim

TAMIANG LAYANG – Suhu politik di kabupaten Barito Timur semakin memanas. Dengan banyaknya bakal calon (Balon-red) Bupati Bartim telah melakukan sosialisasi atau pendekatan secara langsung kepada masyarakat. Bahkan dari sekian banyak balon Bupati ada yang menyatakan kesiapannya untuk maju ke pesta demokrasi 2013 mendatang.
Berdasarkan pemantauan Metro7, dari sekian nama yang muncul dimasyarakat yang cukup diperhitungkan adalah Ampera AY Mebas, SE, Pancani Gandrung. SH, Drs. M. Yamin. BA, H. Cilikman Jakri. SPd. MAP, Ir. Hap Baperdo. MM dan Ir. Yuren. S. Bahat. ST.
Salah satu dari kandidat Balon Bupati Bartim Ampera A.Y Mebas.SE ketika ditemui Metro7 dikediamannya (20/09) menyatakan kesiapannya untuk maju pada pemilukada 2013 nanti.
“Saya pasti akan maju untuk menjadi Calon Bupati Bartim periode 2013 – 2018 mendatang, sehingga dengan banyaknya Balon Bupati Bartim yang akan bermunculan di pesta demokrasi atau Pilkada nanti semua itu kembali kepada hati nurani masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat sendiri lanjut Amper bisa menilai setiap calon dengan melihat program dan visi misi Kabupaten Bartim untuk kedepan nanti.
 “Dengan banyaknya Balon Bupati Bartim sekarang ini, saya berharap semuanya hendaknya bersaing secara sehat dan sportif, sehingga masyarakat bisa memilih siapa yang pantas untuk memimpin Kabupaten Bartim pada periode 2013 – 2018 mendatang sesuai dengan hati nurani masyarakat Bartim,” ungkapnya.
Ampera juga menambahkan selama dirinya melakukan perjalanan ke Kabupaten Bartim banyak respon masyarakat yang menyambut baik tentang dirinya, dan memintanya untuk maju ke Pilkada Bartim pada bulan April – 2013 mendatang.
“Motto Gumi Jari Janang Kalalawah jangan sekedar slogan saja tetapi bagaimana kita menjalankan untuk terwujudnya cita-cita tersebut. Dan saya berperinsif kita tidak hanya janji saja tetapi bila kita berjanji sebaiknya kita bisa melaksanakan untuk mewujudkan rasa aman dan kesejahteraan masyarakat,” kata Amper lagi.
Hal itu ujarnya sesuai dengan misi dirinya membangun untuk semua. Artinya untuk membangun Bartim tidak pandang suku atau agama semua itu sama karena satu dan kesatuan untuk membangun kabupaten Bartim agar lebih aman dan sejahtera.
Ketika disinggung siapa calon duet dengannnya, pria murah senyum ini mengakui, ia akan menggandeng putera daerah Bartim sendiri.
“Seorang putra daerah dan orang tersebut tidak ambisius serta bermasyarakat dan dikenal oleh masyarakat Bartim dan berdomisili di dapil 1. Ia tidak memandang suku atau agama dan tidak memandang kaya maupun miskin kepada masyarakat karena seorang sosok pemimpin harus bisa memberikan contoh kepada masyarakatnya,”  tambah Ampera. Metro7/ali
10.39 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

BPK Periksa Aset Pemkab Bartim

Kadis DPPKA Bartim Rusmiati. SH
Kabig Aset Zulkifli S.Sos. MAP
TAMIANG LAYANG-Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Bartim yang di bantu oleh petugas Badan Pemeriksaan Keuangan(BPK) RI Perwakilan Kalteng, telah melakukan pemeriksaan manejemen aset inventaris terhadap kendaraan roda dua dan empat lingkup Kabupaten Bartim, Inventaris tersebut di maksud agar penataan aset kendaraan bermotor roda dua dan empat agar terdata dengan baik.
Kepala Dinas DPPKA Kabupaten Bartim Hj. Rusmiati. SH mengatakan pemeriksaan manejemen aset ini dilakukan terhadap benda bergerak dan tidak bergerak dengan dibantu dari petugas BPK RI. Sehingga kegiatan pemeriksaan manejemen aset investaris kendaraan dinas yang menggunakan plat merah dari roda dua dan roda empat yang dimulai dari tingkat Desa hingga Pemkab Bartim data kembali oleh DPPKA untuk penertiban aset karena ini merupakan langkah awal agar aset milik daerah terdata dengan baik sesuai dengan admistrasi yan g ada, kegiatan ini dilaksanakan dihalaman kantor Bupati Bartim, Selasa (18/09) kemarin.
Mantan kabag keuangan Setda Bartim ini juga menambahkan, hal itu sesuai dengan PP Nomor 6/2006 tentang barang milik Negara atau daerah pasal 15 yang menyatakan barang milik Negara atau daerah yang dapat di tetapkan statusnya, sehingga penggunaannya untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah untuk di operasikan oleh pihak lain dalam rangka menjalankan pelayanan umum.
Oleh sebab itu lanjutnya, pihaknya menghimbau apabila sudah ada surat penarikan agar inventaris segera di kembalikan kepada yang bersangkutan atau yang berhak untuk memakainya, sehingga bagi yang melakukan pinjam pakai supaya mengurus surat pinjam pakainya agar nantinya data aset daerah jelas, begitu juga dengan STNK yang masa berlakunya habis agar segera mengurusnya.
Sementara itu Kabig Aset DPPKA Kabupaten Bartim Zulkifli. S.Sos. MAP mengatakan,  pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak BPK RI adalah pemeriksaan Manajemen Aset yang berada di wilayah kabupaten Bartim dan yang di nilai adalah dari fisiknya.
Pemeriksaan itu ujar Zulkifli dilakukan oleh petugas BPK RI dari 5 September sampai dengan 6 Oktober 2012 mendatang.
“Pemeriksaan yang di lakukan petugas BPK RI ini adalah dari perencanaan, serta penganggaran dan pengadaan dari setiap SKPD, Setelah di lakukan pencatatan maka pihak petugas BPK RI akan melakukan pengecekan kepada setiap SKPD apakah barang tersebut ada atau tidak ada,” ungkapnya.
Ia jelaskan, jika pemeriksan barang tersebut ternyata memang ada barangnya secara fisik dan telah di pergunakan oleh pihak SKPD maka petugas tersebut akan melakuakan pengecekan anggaran biaya inventaris tersebut.
“Untuk data aset inventaris berupa roda dua dan roda empat yang ada di Pemkab Bartim berjumlah 900 buah lebih sedangkan yang diambil sampelnya dari pihak BPK RI untuk pemeriksaan aset inventaris berupa roda dua dan roda empat hanya 6 sampel di Dinas DPPKA, Setda Bartim, Sekwan DPRD, Dinas PU serta Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan kabupaten Bartim,” papar Zulkifli. Metro7/ali
10.37 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Ribuan Warga Hadiri Silaturahmi dan Tatap Muka, Pancani Gandrung Akan Maju Dengan Zain Alkim

TAMIANG LAYANG- Ribuan warga masyarakat Bartim memadati rumah kediaman Pancani Gandrung yang berada dibilangan jalan A Yani KM6 Tamiang Layang kabupaten Barito Timur Kalimantan Tengah, Sabtu (22/09) kemarin.
Acara silaturahmi tersebut dihadiri puluhan Kepala Desa se-Bartim serta tokoh masyarakat serta ribuan warga masyarakat. Tidak ketinggalan hadir dalam acara itu isteri bupati Bartim Hj. Mariani Zain Alkim yang tampak akrab dengan Pancani.
Acara tersebut di meriahkan dengan artis lokal Emel serta penyanyi dari luar daerah Bartim Marion. Sementara Pancani telah membagikan 1500 kopun doorfreez untuk masyarakat yang datang berhadir pada acara silaturahmi tersebut.
Sekitar 1800 warga memadati rumah dan halaman rumah calon Bupati Bartim 2013 ini. Mereka menyatakan dukungannya hingga mau berhadir untuk mendapatkan doorfrez yang diberikan berisi hadiah 40 buah hp Nokia dan 5 buah Blackberry.
Dalam sambutannya Pancani menjelaskan acara silaturahmi tersebut bertujuan untuk bertatap muka langsung dengan warga masyarakat Bartim. Dirinya juga meminta ijin sosialisasi kepada seluruh Kepala Desa. “Sebagai orang timur kita mempunyai etika kalau masuk ke wilayah orang, dan saya meminta ijin kepada seluruh kepala desa untuk masuk ke desa mereka untuk melakukan sosialisasi,” katanya.
Bukan hanya kepada kepala desa, dirinya juga meminta ijin dan restu kepada seluruh masyarakat Bartim untuk maju sebagai calon bupati Bartim periode 2013 – 2018 mendatang.
“Setiap seseorang tidaklah mampu untuk mengemban amanah jika tidak di sertai dengan dukungan dari masyarakat, sehingga banyak hal yang harus kita lakukan jika kita mau menjadi seorang pemimipin yaitu harus bermasyarakat dan bijak, jadi jangan berambisi untuk menjadi seorang pemimpin kalau tidak peduli terhadap lingkungan dan masyarakat yang ada disekitar kita,” papar Pancani.
 
 Wanita cantik ini juga mengakui ikut berpolitik sejak tahun 1998.  Dengan menyimpulkan politik itu tidak jahat karena politik itu dinamis. “Politik tergantung dengan karekter seseorang, jika dijalankan oleh seseorang yang baik maka sikap yang dibawanya akan lebih baik. Jadi sebagai kaum perempuan jangan takut untuk masuk ke dunia politik,” ucapnya lagi.
Menyinggung masalah pencalonannya pada Pemilukada 2013 nanti bergandengan dengan Zain Alkim, perempuan murah senyum ini mengaku akan siap apabila masyarakat Bartim menginginkan dirnya mencalonkan diri. “Saya ingin belajar banyak dengan pak Zain, karena selama ini ia telah berhasil memimpin Barito Timur sampai maju sekarang,” ujar Pancani.
Selain itu Hj Mariani Zain Alkim ketika ditanya mengenai posisi suaminya Zain Alkim dengan Pancani apakah sebagai bupati atau wakil bupati, tidak dapat memberikan jawaban.
Menurutnya semua itu tergantung dari suaminya sendiri, apakah nanti dalam duet itu pada posisi calon Bupati atau wakil bupati.
“Semua terserah bapak, dan saya tidak dapat menjelaskan, karena yang pasti ibu Pancani akan berduet dengan bapak Zain Alkim,” kilahnya.
Puluhan Kepala Desa yang berhadir pada acara silaturahmi di kediaman Pancani Gandrung, mengatakan siap menerima Pancani masuk ke Desa mereka untuk melakukan silaturahmi kepada masyarakatnya.
Salah Satunya Kepala Desa Harara Riwayani mengatakan dirinya dan warga akan menerima kedatangan Pancani kedesa mereka untuk berkunjung dan bersilaturahmi.
“Kami siap menerima kedatangan ibu Pancani dengan kedua tangan terbuka untuk datang dan berkunjung melihat kondisi desa kami secara langsung,” papar Riwayani.
Selain itu Kepala Desa Dayu Emilia mengatakan, sebagai perempuan harus aktif dan ikut serta membangun Bartim secara nyata. Perempuna harus berpartisipasi dalam pembangunan, dan itu tidak hanya hak kaum lelaki tetapi kaum perempuan juga mempunyai hak yang sama.
“Saya bangga sekali dengan ibu pancani karena beliau bisa menjadi contoh untuk menjadi sosok seorang pemimpin wanita yang diharapkan bisa mensejahterakan masyarakat Bartim. Disamping itu saya sangat berharap siapa pun yang akan menjadi bupati Bartim periode 2013 – 2018 mendatang supaya lebih mensejahterakan masyakat tanpa memandang status suku dan agama,” harap Emilia. Metro7/ali
10.34 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Peternak Itik yang Gagal Menjadi Penjahit yang Sukses

Oleh : MUHAMMAD JAYA dan BAJANG
“Kesuksesan dan keberhasilan tidak ditentukan orang lain. Hanya dengan kerja keras cita-cita seseorang akan tercapai. Tidak ada yang bisa mengubah kehidupan seseorang,kecuali dia sendiri yang mengubahnya”

Tamiang Layang
KEHIDUPAN pria berumur 40 tahun ini penuh dengan cerita untuk meraih kehidupan yang sukses seperti sekarang ini. Pahit-manis kehidupan, gagal bangkit lagi, begitulah seterusnya perjuangan hidup seorang Abadi.
Sejak dilahirkan di Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalsel, Abadi besar di kampung halamannya ini. Tidaklah sebaik nasib kehidupan teman sebayanya yang lebih sukses duluan. Maklum, Abadi tak memiliki bekal pendidikan yang cukup. Ia hanya bersekolah hingga tingkat sekolah dasar. Padahal, faktor pendidikan sangatlah penting dalam mengubah kehidupan menjadi lebih baik.
Tak akan mampu bertahan hidup jika tak memiliki pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Abadi remaja pun berpikir keras pekerjaan yang cocok bagi dirinya dan sesuai dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Begitu lama terpikir, inspirasi pun mengalir jika pekerjaan yang pas untuk mendapatkan uang adalah beternak itik.
Hari demi hari, bulan demi bulan, hingga usaha memelihara hewan unggas itu dilakoni Abadi hingga empat tahun lamanya. Usaha dengan titik keringat dan tanpa mengenal waktu itu tidak sesuai yang diharapkannya. Penghasilannya dari menjual itik dan telurnya tidak sebanding dengan modal dan tenaga.
Pada titik jenuh dan frustasi, apalagi kala itu Abadi sudah memiliki tanggungjawab untuk menghidupi istri dan dua anaknya, Abadi pun mulai gelisah dengan usahanya yang jalan di tempat, bahkan mulai merugi.
Tidak ada kata lain, tahun 2009 ia nekat merantau meninggalkan kampung halaman tempatnya dilahirkan dan dibesarkan. Dan berharap, di perantauan nasib dan kehidupannya akan membaik daripada di kampung halamannya.
Modal ke perantau tidaklah banyak. Dipilihlah Kota Tamiang Layang, ibukota Kabupaten Barito Timur, yang jarak dari kampung halamannya sekitar 25 kilometer. Bahkan Abadi merelakan harus berpisah sementara dengan istri dan anaknya karena keterbatasan biaya membawa ke perantauan.
Sebagai kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Barito Selatan, di ibukota Kabupaten Barito Timur itu Abadi mulai merintis usaha di bidang jasa penjahitan pakaian. Bermodalkan mesin jahit butut yang dibelinya dari orang lain serta menyewa tempat yang ukurannya kecil, perlahan Abadi mulai didatangi pengguna jasanya. Ada yang minta dibuatkan baju dan celana, tapi ada pula yang hanya untuk menambal bagian kain yang robek.
Kerja keras di perantauan Kota Manuwu, mesin jahit butut manual terus kebanjiran order. Kehidupan Abadi pun mulai membaik. Bahkan setiap ada untung, hasilnya dikirim untuk istri dan anaknya di Kelua yang juga membantu perekonomian keluarga dengan mengelola sawah. Demikian pula ditabung untuk membeli mesin jahit yang lebih moncer.
Tidak itu saja, Abadi juga bisa menyisihkan hasil kerja keras itu untuk mendukung kelancarannya sebagai penjahit. Satu unit sepeda motor dibelinya, meski dengan cara kredit dicicil. Tak terasa, cicilan itu berakhir sehingga motor itu statusnya sudah milik Abadi.
Kewalahan dengan order jahitan, tentu saja tidak bisa ditangani oleh Abadi sendiri. Ia pun berniat mempekerjakan adik kandungnya yang berada di Kelua. Di Kelua pun Abadi membuka cabang yang dikelola oleh adik kandungnya. Terkadang, order pengguna jasa di Tamiang Layang dikirim ke cabang di Kelua, sehingga pelanggannya tidak merasa lama menunggu memakai pakaian jadi hasil jahitannya.
Dari usaha yang dirintis dengan susah payah itu, dalam satu hari Abadi mendapatkan rata-rata penghasilan Rp300.000. Jika dihitung dalam satu bulan atau 30 hari, maka pendapatannya mencapai Rp9 juta, penghasilan yang jauh lebih besar dari seorang pejabat setingkat di pemerintahan.
Kebanyakan pelanggan yang datang menggunakan jasa Abadi dari kalangan guru maupun PNS, serta masyarakat umum. Makanya, order membanjir ketika tahun ajaran baru maupun tahun anggaran baru.
Namun tidak semulus yang dibayangkan dalam menjalankan usaha. Hinaan, caci maki, ketidakpuasan pengguna jasa menjadi warna melakoni pekerjaan. Namun bagi Abadi, semua itu adalah ujian untuk memperbaiki karya. Karena Abadi punya prinsip, pengguna jasa adalah raja, dan raja harus dilayani dengan sebaik mungkin.
Sekelumit kisah kehidupan Abadi itu membuktikan bahwa hidup ini kerja keras. Pepatah pun mengatakan, nasib seseorang tidak akan berubah kecuali dia sendiri yang mengubahnya.***
10.32 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Keterampilan Daur Ulang Gratis di Rumbel

TANJUNG -- Rumah Belajar Saraba Kawa (RBSK) ters melakukan berbagai aktivitas untuk mendorong kreativitas anak muda.  Sejak September 2011, program yang dikembangkan Perkumpulan Pusaka ini “rajin” berkeliling ke sekolah-sekolah untuk menyebarluaskan keterampilan daur ulang plastik.  RBSK mengajak sekolah untuk bekerja sama menyelenggarakan pembelajaran daur ulang tersebut kepada siswa secara gratis.
“Komitmen kami adalah untuk mendorong lahirnya generasi muda Tabalong yang cerdas, kreatif, peduli dan mandiri, karenanya kami terus melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai visi itu,” jelas Firman Yusi, Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka.  “Keterampilan daur ulang adalah keterampilan yang selain menguntungkan secara ekonomis, juga bermanfaat untuk kepentingan ekologis, dia bisa menjadi sumber pendapatan baru sekaligus juga menyelamatkan bumi dari paparan pencemaran plastik yang bisa mengganggu lingkungan,” tambahnya.
Sejak ditawarkan ke sekolah-sekolah, sudah ada banyak sekolah yang merespon tawaran pembelajaran gratis ini.  Dibulan September saja sudah ada 3 sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran daur ulang sampah dan telah melibatkan sekitar 500 siswa dari ketiga sekolah tersebut.  Ketiga sekolah yang sudah menyelenggarakan tersebut masing-masing adalah MTsN 1 Murung Pudak, SMAN 1 Tanjung dan SMKN 1 Muara Uya.  Sementara sejak kegiatan daur ulang sampah plastik ini dikembangkan, tidak kurang 1.000 orang telah terlibat pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh RBSK sendiri maupun inisiatif pihak lain yang melibatkan RBSK.
“Kami berterima kasih atas sambutan antusias sekolah-sekolah, mudah-mudahan kerja sama seperti ini terus berlanjut dan kami bisa terus mengembangkan ke sekolah lain,” ujar Firman.  “Beberapa sekolah sudah mengajukan minat dan kami tengah melakukan penjadwalan karena kegiatan ini hanya salah satu dari banyak aktivitas di Rumah Belajar Saraba Kawa, maka penjadwalan menjadi hal yang harus benar-benar kami perhatikan agar fasilitator dan volunteer – relawan – yang tersedia bisa memenuhi permintaan pembelajaran tersebut,” tambahnya.
Daur ulang plastik sendiri, jelas Firman, merupakan bagian dari program besar yang tengah dikembangkan oleh Perkumpulan Pusaka, dimana dimasa yang akan datang daur ulang tidak hanya fokus pada sampah plastik, akan tetapi juga terhadap sampah lainnya.  “Saat ini kami tengah mempersiapkan aktivitas daur ulang kertas dan produksi pupuk organik, persiapan keduanya dilakukan tahun 2012 dan akan memulai aktivitas produksi di tahun 2013.  Produk kertas daur ulang sendiri mulai 2013 akan kami gunakan untuk kebutuhan perkantoran Perkumpulan Pusaka,” papar Firman lagi.
10.30 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Ada Pengkhianat Yang Ingin KPK Runtuh

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diakui sebagai lembaga yang lahir dari semangat reformasi. Maka, pihak-pihak yang menginginkan runtuhnya KPK, merupakan 'pengkhianat' dari semangat reformasi tersebut.
Demikian diungkapkan Direktur Advokasi Pukat UGM, Oce Madril saat dimitai tanggapannya mengenai beberapa wacana pemangkasan kewenangan pada revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK.
"Yang harus diluruskan adalah, KPK ini adalah institusi yang lahir dari semangat reformasi. Boleh kita katakan bahwa pihak-pihak yang menginginkan KPK dibubarkan itu sama saja mengkhianati semangat reformasi," kata Oce, Minggu (30/9/2012).
Sementara dikatakan Oce, saat ini, masyarakat masih membutuhkan KPK untuk memberantas korupsi yang ada di Indonesia. Dan revisi UU tersebut dianggap sebagai pembungkaman dan untuk melucuti kewenangan KPK yang ada.
"Masyarakat masih butuh KPK. Karena kita melihat korupsi masih ada di segala lini. Memang menjadi tidak cerdas kalo anggota DPR membungkam atau melucuti kewenangan KPK," kata Oce.
Sebelumnya, ramai diperbincangkan, terkait rencana pemangkasan kewenangan KPK dalam draf revisi UU KPK di DPR. Di antara kewenangan yang dicabut yakni terkait penyadapan dan melakukan tuntutan. (yahoo)
10.28 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...
Lambat Dibenahi
Kawasan Tanjung baru sangat pesat dalam pembangunan apalagi saat ini sedang dibangun TANJUNG PLAZA hanya sangat disayangkan infrastruktur atau jalanan dari arah Tugu obor ke maburai atau batas kota lambat dibenahi atau dilebarkan dari waktu kewaktu kendaraan roda dua roda empat roda enam dan roda sepuluh setiap saat melintas dijalan ini begitu rawannya kecelakaan dijalur ini, jalan tembus ke simpang obor mati dari seberang perumahan Green Village itu juga tidak di aspal-aspal malah mengaspal jalan ke Bangun Sari, apalagi yg dua jalur dari mesjid guru Danau ke Islamic Centre kapan lagi ? Kalau jalur ini terbuka maka angkutan antar propinsi seperti Bus dan truck gandeng tidak lagi lewat depan kantor DPRD dan depan hotel ASTON sangat berbahaya karena jalur sempit kalo ada dananya perbaikan disitu lebih cepat itu lebih baik betul !  +6285345485XXX

Jarang Hadir
Wahini dimana-mana bila Kepala Daerah menjabat periode pertama setiap ada undangan baik dari pemerintah maupun swasta atau rakyat biasa pasti hadir, tapi kalau sudah dua periode menjabat apalagi ditahun tahun akhir jarang mau hadir, kalau kada wakil yg diutus kadang Sekda atau bawahan yg lain.  +6281351581XXX

Atur Lalu Lintas
Semangat pagi Metro. Tolong pang diaturkan lalu lintas dijalan dekat jembatan wara/tambang Adaro Sangat membahayakan karena angkutan karyawan memotong jalan akibatnya kami merasa terganggu sebagai masyarakat pengguna angkutan umum  +6282153296XXX

Tidak Pantas Jadi Guru
Buat guru di SMAN1 Muara Uya yg pernah sempat melecehkan dan mengajak murid-murid melakukan sex seharusnya tidak pantas jadi guru, gurunya aja kayaitu, kayapa jadinya murid-muridnya kaina. Ditegaskan buat kepala pengurus pendidikan’ Guru kaeto seharusnya jgn dibolehkan lagi mengajar di SMAN1 MUARA UYA atau dimana aja yg bisa merugikan orang, kada sepantasnya sekolahan yg terpandang pendidikannya seperti itu, jangan sampae ada korban lagi. trims metro. .  +6285251674XXX

Kena Razia parat
Hallo METR0 7, kebanggaanku 100an motor anak-anak SMU, terjaring tanggal 22- 09-2012. Kalangkabut anak-anak. Ada yg nangis kena rajia, tak kalah lagi orang tuanya pusing 7 keliling bayar denda ¼ juta, harusnya pada jam belajar itu janganlah dirazia  Polisi äe, anak siswa kita ini TUNAS harapan bangsa masa depan, coba bayangkan betapa cacatnya luka hatinya, antara anak-anak nyumpah-nyumpah jar anak-anak. Aku ketuju melihat P0LISI yang jaga dijalanan, kasian deh lhoo anak-anak pelajar, kepada METR0 7. Koran TABALONG. tkb telah mangajal keluhan ku ini. Moga-moga METR0 tambah jaya  +6285249635XXX

Razia Angkutan Sawit
Wahini rame truk baangkut sawit jalan tanta arah ke jalan batu bara siang malam maka muatannya hibak terus, kayapa buhan aparat bebas aja kah baangkut sawit jalan dalam.  +6281351581XXX

Relokasi Ke Tempat Lain

TANJUNG adalah kota BERSINAR ( BERSIH-SEHAT-INDAH-NYAMAN-AMAN-RAMAH ) tapi ada salah satu yang tidak INDAH adalah adanya warung-warung ditaman kota, kenapa ini dibiarkan tempat jual beli itu dipasar atau direlokasi ketempat lain kota kecil begini saja masih sulit tegas apalagi dikota besar makin tidak punya taring, hapok tu pang liur.  +6285345485XXX

BBM Maburai
Kenapa kenderaan menggisi bensin tidak di khususkan becampur sama mobil, nyaman pang,mobil melangser melaran punya Rp 200 /liter, kalau kendaraan tidak ada punya, jadi sealakadarnya ae meisiakan. METRO THANKYOU.  +6285754453XXX

Sabu Berkeliaran
Petugas polisi coba pang di lepas intel di kampung dahur, karena ada di kampung itu bandarnya sambil memakai/nyudut, nama W.  +6285754453XXX

Seperti Kota Mati
Saya salut dgn Pemkab Balangan dalam pernyataannya APBD diprioritaskan utk proyek fisik. lalu bagaimana dgn Pemkab Tabalong, diprioritaskan kemana hasil PAD & APBD nya, belum ada bukti nyata selama -+30 tahun Pemkab Tabalong. Dengan SDA tambang batu bara & minyaknya, SDM ditambang 32000 jiwa, dan daerah jalur segi tiga emas yaitu ke Kaltim & ke Kalteng. tetapi Tabalong seperti kota mati.. Belum lagi para penjabat Pemkab mengekslusifkan diri.. Sebenarnya Tabalong itu lebih hebat pembangunan daerahnya daripada kabupaten lainnya.. Saya sebagai rakyat miris melihatnya..    +6281253384XXX

Pembangunan Pasar Belum Selesai
Hay boleh gabung nggak metro bersinar..??.berita : Kalteng alias Tamiang.Layang KabupatenTimur kenapa ya pasar Bartim belum kelar-kelar pembuatannya terus banyak sampah lagi orang-orang pada nggak perduli lingkungan kotor Bupatinya nggak perduli cuman uang saja yg dipikirin.  Coba lihat aja Bartim angker banget tuh  sampah dimana-mana  +6282155121XXX
10.26 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Parkir Stadion

Halaman Parkir Stadion Pembataan yang menjadi kebanggaan warga Kabupaten Tabalong, saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah. Aspal halaman tersebut sudah pada pecah-pecah alias banyak batu yang berserakan. Padahal dalam APBD Kabupaten Tabalong Tahun 2012 sudah dianggarkan sebanyak kurang lebih 500 Juta. akan tetapi sampai saat ini belum dikerjakan sedikit pun.
Apakah pekerjaan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2013 nanti sedangkan anggaran akan berakhir pada bulan Desember 2012.

 Komentar Teman :


Taufiq Qurrahman
Sudah bukan rahasia umum......Moga yang mamakan duit rakyat (siapa pun) kena stroke 20 tahun,amin....


Aga Rahman
Rakyat awam kaya kita ini malah gak tau kalau sudah ada anggaran utk memperbaiki halaman tsb.
Jadi di perbaiki atau enggak halaman stadionnya sudah jadi kwajiban dan tugas badan pengawas tuh melaporkan kalau ada sesuatu bentuk pelanggaran atau penyelewengan..
Masyarakat tahu bacari duit ae..


Cie Dizzy
Biarin aja bgitu, kan ga pernah jg ad event besar diadain disitu trus prestasi sepak bola tabalong apa? Ga ada kan?
Kita cuma kaya sumber daya alam tp ga prnah serius mmbina kmajuan olah raga..


Abdul Gafar
Inilah pemimpin dalam sistem Demokrasi-Kapitalisme, mereka sangat jarang melaksanakan ri’ayah terhadap rakyatnya...
Sumber daya alam (batubara, minyak bumi dll) yg seharusnya milik seluruh rakyat diserahkan kpd swasta/asing... Rakyatnya hanya dikasih ampas... Mereka nikmati hasil bumi ini, namun rakyat tidak diurus... Nanti diakhirat balasan Allah swt lebih pedih.
**MahkotaKebangkitanIslam**

Abie Cadul
Sebagai warga banua ulun turut prihatin jua lawan ka ada an parkiran stadion maupun stadiun nya. ada anggaran nya napa kada jua di gawi. apa proses lelang proyek yang gagal. anggaran proyeknyakan kada manyuhun alias anggaran nya talalu murah jd pamburung nya kada mau rugi manggawi


Widi Atmoko Idjlik
Dana 500jt untuk perbaikan Halaman Parkir Di Tabalong saja tidak Jelas! Apa lagi Dana-Dana untuk di daerah PedesaaN.

Irwan Hidayat
duitnya habis dah. kayapa handak manggawi


Pharuenk Aqua 
Sya Gak Ngerti Apa Sih Mau X, Pdhal Sya Ngerti Maux Apa Jalan Pikiran Pemkab Kita Ini.. Org Bnyk Tau Klo Kabupaten tabalong Kita Kaya Raya Tp Pembangunan Fisikx Miskin,. Sayangx 32 Ribu Jiwa Pekerja Tambang Habis Liburanx Pergi Keluar Kota, Coba Pemkab Kita Pintar,gak Lari Tuh Uang Keluar Kota, Makanya Cari Raja Yg Kreatif,Gaul & Metal, Jgn Yg Kolot N Konservatif N Trlalu Mengekslusifkan Diri,gak Akan Maju2 Kabupaten Kita Ini..
10.25 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Cinta Rabiah Al-Adawiyah

Pada suatu hari seorang lelaki datang kepada Rabiah al-Adawiyah al-Bashriyah dan bertanya, “Saya ini telah banyak melakukan dosa. Maksiat saya bertimbun meleblhl gunung-gunung. Andaikata saya bertobat, apakah Allah akan menerima tobat saya?” “Tidak,” jawab Rabiah dengan suara sangar. Pada kali yang lain seorang lelaki datang pula kepadanya. Lelaki itu berkata, “Seandainya tiap butir pasir itu adalah dosa, maka seluas gurunlah tebaran dosa saya.
Maksiat apa saja telah saya lakukan, baik yang kecil maupun yang besar. Tetapi sekarang saya sudah menjalani tobat. Apakah Tuhan menerima tobat saya?” “Pasti,” jawab Rabiah dengan tegas. Lalu ia menjelaskan, “Kalau Tuhan tldak berkenan menerlma tobat seorang hamba, apakah mungkin hamba itu tergerak menjalani tobat? Untuk berhenti darl dosa, jangan simpan kata “akan atau “andaikata” sebab hal itu akan merusak ketulusan niatmu.”
Memang ucapan sufi perempuan dari kota Bashrah itu seringkali menyakitkan telinga bagi mereka yang tidak memahami jalan pikirannya. Ia bahkan pernah mengatakan, “Apa gunanya meminta ampun kepada Tuhan kalau tidak sungguh-sungguh dan tidak keluar dari hati nurani?” Barangkali lantaran ia telah mengalami kepahitan hidup sejak awal kehadirannya di dunia ini. Sebagai anak keempat. Itu sebabnya ia diberi nama Rabiah. Bayi itu dilahirkan ketika orang tuanya hidup sangat sengsara meskipun waktu itu kota Bashrah bergelimang dengan kekayaan dan kemewahan. Tidak seorang pun yang berada disamping ibunya, apalagi menolongnya, karena ayahnya, Ismail, tengah berusaha meminta bantuan kepada para tetangganya.
Namun, karena saat itu sudah jauh malam, tidak seorang pundari mereka yang terjaga. Dengan lunglai Ismaill pulang tanpa hasil, padahal ia hanya ingin meminjam lampu atau minyak tanah untuk menerangi istrinya yang akan melahirkan . Dengan perasaan putus asa Ismail masuk ke dalam biliknya. Tiba-tiba matanya terbelak gembira menyaksikan apa yang terjadi di bilik itu.
Seberkas cahaya memancar dari bayi yang baru saja dilahirkan tanpa bantuan. siapa-siapa . “Ya Allah,” seru Ismail, “anakku, Rabiah, telah datang membawa sinar yang akan menerangi alam di sekitarnya.” Lalu Ismail menggumam, “Amin.” Tetapi berkas cahaya yang membungkus bayi kecil itu tidak membuat keluarganya terlepas dari belitan kemiskinan. Ismail tetap tldak punya apa-apa Kecuali tiga kerat roti untuk istrinya yang masih lemah itu. Ia lantas bersujud dalam salat tahajud yang panjang, menyerahkan nasib dlrinya dan seluruh keluarganya kepada Yang Menciptakan Kehidupan.
Sekonyong-konyong ia seolah berada dalam lautan mimpi manakala gumpalan cahaya yang lebih benderang muncul di depannya, dan setelah itu Rasul hadir bagaikan masih segar-bugar. Kepada Ismail, Rasulullah bersabda, “Jangan bersedih, orang salih. Anakmu kelak akan dicari syafaatnya oleh orang-orang mulia. Pergilah kamu kepada penguasa kota Bashrah, dan katakan kepadanya bahwa pada malam Jumat yang lalu ia tidak melakukan salat sunnah seperti biasanya. Katakan, sebagai kifarat atas kelalaiannya itu, ia harus membayar satu dinar untuk satu rakaat yang ditinggalkannya.
Ketika Ismail mengerjakan seperti yang diperintahkan Rasulullah dalam mimpinya, Isa Zadan, penguasa kota Bashrah itu, terperanjat. Ia memang biasa mengerjakan salat sunnah 100 rakaat tiap malam, sedangkan saban malam Jumat ia selalu mengerjakan 400 rakaat. Oleh karena itu, kepada Ismall diserahkannya uang sebanyak 400 dinar sesuai dengan jumlah rakaat yang ditinggalkannya pada malam Jumat yang silam. Itulah sebagian dari tanda-tanda karamah Rabiah al-Adawiyah, seorang sufi perempuan dari kota Bashrah, yang di hatinya hanya tersedia cinta kepada Tuhan. Begitu agungnya cinta itu bertaut antara hamba dan penciptanya sampai ia tidak punya waktu untuk membenci atau mencintai, untuk berduka atau bersuka cita selain dengan Allah.
Tiap malam ia bermunajat kepada Tuhan dengan doanya, “Wahai, Tuhanku. Di langit bintang-gemintang makin redup, berjuta pasang mata telah terlelap, dan raja-raja sudah menutup pintu ger- bang istananya. Begitu pula para pecinta telah menyendiri bersama kekasihnya. Tetapl, aku kini bersimpuh di hadapan-Mu, mengharapkan cinta-Mu karena telah kuserahkan cintaku hanya untuk-Mu.”
Fariduddin al-Attar menceritakan dalam kitab Taz-kiratul Auliya bahwa Rabiah pandai sekali meniup seruling. Untuk jangka waktu tertentu ia menopang hidupnya dengan bermain musik. Namun, kemudian ia memanfaatkan kepandaiannya untuk mengiringi para sufi yang sedang berzikir dalam upayanya untuk menekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu ia mengunjungi masjid-masjid, dari pagi sampai larut malam. Namun, lantaran ia merasa dengan cara itu Tuhan tidak makin menghampirinya, maka ditinggalkannya semua itu.
Ia tidak lagi meniup seruling, dan ia tidak lagi mendatangi masjid-masjid. Ia menghabiskan waktu dengan beribadah dan berzikir. Setelah selesai salat isa, ia terus berdiri mengerjakan salat malam. Pernah ia berkata kepada Tuhan, “Saksikanlah, seluruh umat manusia sudah tertidur lelap, tetapi Rabiah yang berlumur dosa masih berdiri di hadapan-Mu. Kumohon dengan sangat, tujukanlah pandangan-Mu kepada Rabiah agar ia tetap berada dalam keadaan jaga demi pengabdiannya yang tuntas kepada-Mu.”
Jika fajar telah merekah dan serat-serat cahaya menebari cakrawala, Rabiah pun berdoa dengan khusyuk, “Ya, illahi. Malam telah berlalu, dan siang menjelang datang. Aduhai, seandainya malam tidak pernah berakhir, alangkah bahagianya hatiku sebab aku dapat selalu bermesra-mesra dengan-Mu. illahi, demi kemuliaan-Mu, walaupun Kautolak aku mengetuk pintu-Mu, aku akan senantiasa menanti di depan pintu karena cintaku telah terikat dengan-Mu.”
Lantas, jika Rabiah membuka jendela kamarnya, dan alam lepas terbentang di depan matanya, ia pun segera berbisik, “Tuhanku. Ketika kudengar margasatwa berkicau dan burung-burung mengepakkan sayapnya, pada hakikatnya mereka sedang memuji-Mu. Pada waktu kudengar desauan angin dan gemericik air di pegunungan, bahkan manakala guntur menggelegar, semuanya kulihat sedang menjadi saksi atas keesaan-Mu.
Tentang masa depannya ia pemah ditanya oleh Sufiyan at-Thawri: “Apakah engkau akan menikah kelak?” Rabiah mengelak, “Pernikahan merupakan keharusan bagi mereka yang mempunyai pilihan. Padahal aku tidak mempunyai pilihan kecuali mengabdi kepada Allah.” “Bagaimanakah jalannya sampai engkau mencapai martabat itu?” “Karena telah kuberikan seluruh hidupku,” ujar Rabiah. “Mengapa bisa kaulakukan itu, sedangkan kami tidak?” Dengan tulus Rabiah menjawab, “Sebab aku tidak mampu menciptakan keserasian antara perkawinan dan cinta kepada Tuhan.”
10.19 | 0 komentar | Baca Selanjutnya...

Redaksi Metro7 : 0526 2700825 | Email : redaksi@metro7.co.id
Bagian Iklan|Sirkulasi : Suwarto SE 0852 4845 7878